"Mulailah belajar menerima dengan lapang hati, apapun yang terjadi. Karena mau kita terima atau tolak, semuanya tetap berjalan”. Sebab takdir tidak pernah bertanya, bagaimana perasaan kita, apakah kita suka, tidak suka, atau bahagia? Takdir juga tidak peduli proses kita, tapi di situlah letaknya kekuatan. Ketika kita bisa. menerima, kita jadi lebih kuat, lebih tenang dan siap menghadapi apapun yang datang.
Hidup tidak selalu berjalan
sesuai harapan kita. Ada kalanya keadaan berubah, rencana tidak tercapai, atau
tantangan datang tanpa diduga. Menerima kenyataan bukan berarti menyerah,
tetapi memahami bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Sikap menerima
dengan lapang hati justru membuat kita lebih tenang dan mampu mencari jalan
terbaik untuk melangkah ke depan.
Dalam konteks taman bacaan,
sikap menerima sangat penting bagi para pengelola maupun relawan. Tidak semua
program berjalan sesuai rencana. Terkadang jumlah pengunjung sedikit, buku yang
tersedia terbatas, atau dukungan dari masyarakat belum maksimal. Jika kondisi
tersebut ditolak dengan rasa kecewa yang berlebihan, semangat untuk
mengembangkan taman bacaan bisa menurun. Sebaliknya, dengan menerima keadaan
dan terus berusaha, taman bacaan dapat berkembang secara bertahap. Begitulah
spirit relawan di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.
Bila sebuah taman bacaan di
desa hanya dikunjungi lima anak pada saat awal dibuka. Pengelola mungkin
berharap puluhan anak datang setiap hari. Namun, mereka menerima kondisi
tersebut sebagai proses awal, lalu tetap konsisten mengadakan kegiatan membaca,
mendongeng, dan belajar bersama. Beberapa bulan kemudian, jumlah pengunjung
meningkat karena anak-anak mulai merasa nyaman dan mengajak teman-temannya
untuk datang.
Ketika banyak buku di taman
bacaan sudah usang atau jumlahnya terbatas. Daripada mengeluh, pengelola dapat
menerima keadaan tersebut dan mencari solusi, seperti mengadakan program donasi
buku atau bekerja sama dengan sekolah dan komunitas. Dari sikap menerima itulah
muncul kekuatan, kreativitas, dan ketekunan yang akhirnya membuat taman bacaan
tetap hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Jadi, mulailah belajar
menerima dengan lapang hati, apapun yang terjadi. Karena mau kita terima atau
tolak, semuanya tetap berjalan. Salam literasi!
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar