Sabtu, 06 Juni 2026

Literasi Lapang Hati: Apapun yang Terjadi, Mulailah Belajar Menerima

"Mulailah belajar menerima dengan lapang hati, apapun yang terjadi. Karena mau kita terima atau tolak, semuanya tetap berjalan”. Sebab takdir tidak pernah bertanya, bagaimana perasaan kita, apakah kita suka, tidak suka, atau bahagia? Takdir juga tidak peduli proses kita, tapi di situlah letaknya kekuatan. Ketika kita bisa. menerima, kita jadi lebih kuat, lebih tenang dan siap menghadapi apapun yang datang.

 

Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan kita. Ada kalanya keadaan berubah, rencana tidak tercapai, atau tantangan datang tanpa diduga. Menerima kenyataan bukan berarti menyerah, tetapi memahami bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Sikap menerima dengan lapang hati justru membuat kita lebih tenang dan mampu mencari jalan terbaik untuk melangkah ke depan.

 

Dalam konteks taman bacaan, sikap menerima sangat penting bagi para pengelola maupun relawan. Tidak semua program berjalan sesuai rencana. Terkadang jumlah pengunjung sedikit, buku yang tersedia terbatas, atau dukungan dari masyarakat belum maksimal. Jika kondisi tersebut ditolak dengan rasa kecewa yang berlebihan, semangat untuk mengembangkan taman bacaan bisa menurun. Sebaliknya, dengan menerima keadaan dan terus berusaha, taman bacaan dapat berkembang secara bertahap. Begitulah spirit relawan di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.

 

Bila sebuah taman bacaan di desa hanya dikunjungi lima anak pada saat awal dibuka. Pengelola mungkin berharap puluhan anak datang setiap hari. Namun, mereka menerima kondisi tersebut sebagai proses awal, lalu tetap konsisten mengadakan kegiatan membaca, mendongeng, dan belajar bersama. Beberapa bulan kemudian, jumlah pengunjung meningkat karena anak-anak mulai merasa nyaman dan mengajak teman-temannya untuk datang.

 


Ketika banyak buku di taman bacaan sudah usang atau jumlahnya terbatas. Daripada mengeluh, pengelola dapat menerima keadaan tersebut dan mencari solusi, seperti mengadakan program donasi buku atau bekerja sama dengan sekolah dan komunitas. Dari sikap menerima itulah muncul kekuatan, kreativitas, dan ketekunan yang akhirnya membuat taman bacaan tetap hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

 

Jadi, mulailah belajar menerima dengan lapang hati, apapun yang terjadi. Karena mau kita terima atau tolak, semuanya tetap berjalan. Salam literasi!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar