Banyak pekerja menganggap pensiun masih sangat jauh. Sering ditunda dan tidak tertarik membahasnya hari ini. Padahal, hari tua datang lebih cepat daripada yang dibayangkan. Kerja puluhan tahun tiba-tiba sebentar lagi akan pensiun. Saat masih produktif, masih ada gaji dan bisa menikmati berbagai fasilitas dari tempat kerja. Namun ketika memasuki masa pensiun, sumber penghasilan rutin bisa berhenti, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan. Maka wajar hari ini, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap pensiun atau berhenti kerja.
Terus terang, tanpa dana pensiun yang cukup, seseorang berisiko
mengalami penurunan kualitas hidup dan harus bergantung kepada anak, keluarga,
atau orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Persiapan dana pensiun
sesungguhnya bukan tentang menjadi kaya di hari tua, melainkan tentang menjaga
kemandirian finansial dan martabat hidup di hari tua. Banyak pensiunan yang
tetap bahagia bukan karena memiliki harta berlimpah, tetapi karena memiliki
penghasilan pensiun yang mampu membiayai kebutuhan dasar, biaya kesehatan, dan
aktivitasnya di masa pensiun. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang selama masa
kerja memperoleh penghasilan besar, tetapi mengalami kesulitan keuangan setelah
pensiun karena tidak pernah menyisihkan dana secara khusus untuk masa depan. Alhasil,
8 dari 10 pensiunan di Indonesia akhirnya mengandalkan bantuan finansial dari
anak-keluarga yang bekerja.
Mau tidak mau, masa pensiun memang harus disiapkan. Salah satu caranya,
dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin melalui program dana
pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Kuncinya bukan pada
besarnya iuran, melainkan pada konsistensi dan waktu memulai. Semakin muda
seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pengembangan
investasi yang diperoleh. Uang yang disisihkan hari ini tidak hanya tersimpan,
tetapi juga bertumbuh dari tahun ke tahun sehingga membentuk dana yang jauh
lebih besar saat memasuki usia pensiun.
Lalu gimana caranya memulai nabung di DPLK? Tentu di era digital
begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital (mendaftar secara online). Agar kita sebagai pekerja bisa lebih mudah
akses, transparan, dan layanannya cepat. Peserta DPLK harus terlibat aktif dalam
mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Peserta bukan hanya sebagai penerima
manfaat. Tapi juga bisa aktif memantau akumulasi dana dan mengelola perencanaan
pensiun secara digital. Untuk bisa mendaftar DPLK secara online, salah satunya
melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK
Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses
pekerja (formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja
bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan
kunjungi: https://simpensiun.com/).
DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di
Indonesia. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk
individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP
(Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3)
Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan
Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli
secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk
memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK.
Karena itu, setiap pekerja perlu memandang dana pensiun sebagai
kebutuhan, bukan pilihan. Rumah, kendaraan, dan berbagai kebutuhan lainnya
memang penting, tetapi kehidupan setelah berhenti bekerja juga harus
dipersiapkan dengan serius. Masa pensiun yang nyaman tidak terjadi secara
kebetulan, melainkan hasil dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara
konsisten selama masa kerja. Menyiapkan dana pensiun sejak dini berarti memberi
hadiah terbaik bagi diri sendiri: hari tua yang lebih tenang, sejahtera, dan
tetap bermartabat tanpa harus menjadi beban bagi siapa pun.
Pada akhirnya, siapkan masa pensiun kita sendiri. Dari langkah kecil
hari ini menuju ketenangan hari tua. Jangan hanya bekerja akhirnya lupa masa
pensiun. Karena rahasia hari tua yang nyaman adalah “mulai nenabung pensiun sejak
dini”. #YukSiapkanPensiun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar