Bisa jadi, banyak pekerja tidak siap pensiun. Karena masa pensiun merupakan fase kehidupan yang sering kali diiringi oleh berbagai perubahan, termasuk berkurangnya interaksi dengan rekan kerja yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. saat pensiun, kita akan menyadari bahwa hidup memang menghadirkan orang-orang yang datang dan pergi. Kepergian rekan kerja, perubahan lingkungan sosial, atau berakhirnya peran profesional bukanlah sesuatu yang harus disesali secara berlebihan. Justru, hubungan yang terjalin dengan tulus selama masa bekerja akan meninggalkan kenangan dan nilai yang bermakna, jauh lebih berharga daripada hubungan yang hanya didasarkan pada kepentingan sesaat.
Ketika memasuki masa pensiun, kualitas hubungan sosial
menjadi lebih penting daripada kuantitasnya. Seseorang tidak lagi membutuhkan
banyak teman atau relasi sekadar untuk mendukung karier, melainkan membutuhkan
orang-orang yang dapat menerima dirinya apa adanya. Teman yang tulus akan tetap
hadir meskipun status pekerjaan telah berubah. Mereka tidak menuntut seseorang
untuk menjadi pribadi yang berbeda, melainkan memberikan dukungan, penghargaan,
dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan setelah pensiun. Oleh karena itu, masa
pensiun dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang lebih autentik
dan bermakna.
Siapapun saat pensiun, diajarkan bahwa kebahagiaan
tidak boleh bergantung sepenuhnya pada orang lain. Selama masa bekerja, banyak
orang mengaitkan kebahagiaan dengan jabatan, pangkat, pengakuan, atau
lingkungan kerja. Namun setelah pensiun, sumber kebahagiaan perlu dibangun dari
dalam diri sendiri. Mengembangkan hobi, menjaga kesehatan, mempererat hubungan
keluarga, serta tetap aktif dalam kegiatan sosial atau komunitas dapat menjadi
cara untuk menciptakan kehidupan yang bermakna. Sebab kebahagiaan tidak lagi
ditentukan oleh faktor eksternal, tetapi oleh kemampuan seseorang dalam
mensyukuri dan mengelola kehidupannya hingga hari tua.
Karenanya, masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan
hidup, melainkan awal dari babak baru yang memberi ruang untuk mengenal diri
lebih dalam. Kepergian orang-orang tertentu, perubahan peran sosial, dan
berkurangnya aktivitas kerja adalah bagian alami dari proses kehidupan. Yang
terpenting adalah tetap menjaga hubungan yang tulus, menerima perubahan dengan
lapang dada, dan menyadari bahwa kebahagiaan merupakan tanggung jawab pribadi. Agar
masa pensiun dapat dijalani dengan lebih tenang, bermartabat, dan penuh makna.
Sayangnya banyak pekerja hari ini belum mempersiapkan
masa pensiunnya sendiri. Faktnya, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak
siap pensiun atau berhenti bekerja. Maka kesadaran untuk merencanakan masa
pensiun jadi penting dilakukan. Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian
penghasilan secara rutin melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana
Pensiun Lembaga Keuangan). Untuk menjaga standar hidup dan kesinambungan
penghasilan di hari tua, di samping tidak merepotkan anak atau keluarga di hari
tua.
Di era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital
(mendaftar secara online). Agar kita
sebagai pekerja bisa lebih mudah akses, transparan, dan layanannya cepat.
Peserta DPLK harus terlibat aktif untuk mempersiapkan masa pensiunnya sendiri.
Peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat. Tapi juga bisa aktif memantau
akumulasi dana dan mengelola perencanaan pensiun secara digital. Untuk bisa
mendaftar DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas
Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses pekerja
(formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa
menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi:
https://simpensiun.com/).
DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di
Indonesia. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk
individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP
(Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3)
Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan
Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli
secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk
memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK. Maka semakin muda
seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pengembangan
investasi yang diperolehnya.
Memamg hidup menghadirkan seseorang untuk datang dan
pergi. Tapi setiap kepergian yang jujur lebih bermartabat daripada kehadiran
yang palsu. Dalam hidup, kita tidak butuh terlalu banyak teman, cukup mereka
yang berani menjadi diri sendiri, tanpa perlu membuat kita ikut menjadi orang
lain. Orang lain bukanlah orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita,
melainkan diri kita sendirilah yang harus bertanggung jawab penuh atas
kebahagiaan diri kita sendiri hingga hari tua nanti. #YukSiapkanPensiun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar