Jumat, 17 April 2026

Kreatif Itu Berani Tampil Beda

Di hadapan mahasiswa, pada sesi kuliah Menulis Kreatif, beranilah untuk menulis dengan cara yang beda. Karena menulis kreatif, intinya proses menuangkan ide-gagasan dengan cara yang beda. Apapun alasannya, tulisah harus lahir dari: pikiran yang beda, perilaku yang berbeda, batin yang beda atau karyanya yang berbeda. Asal mau menulis dan menulis.

 

Tidak cukup sampai di situ. Ketika kita menulis sesuatu dengan cara beda, maka akan terjadi pertentangan. Sudah pasti dan itu biasa. Sesuatu yang belum pernah banyak dilakukan atau yang berbeda akan selalu menimbulkan "pertentangan". Sangat wajar, bila kita punya: cara hidup - gaya hidup – cara pandang bahkan cara menulis yang berbeda berbeda dari orang banyak maka kita harus siap untuk tidak disukai, diremehkan, ditentang, bahkan dipertanyakan. Setuju kan?

 

Sebab orang yang memiliki cara hidup, gaya hidup, mindset atau cara menulis yang tidak mengikuti arus mayoritas, maka harus siap menghadapi berbagai respons negatif. Apapaun bentuknya, sebagai konsekuensi atas sikap kreatif. Bukan karena pilihan itu selalu salah, tetapi karena banyak orang menilai berdasarkan kebiasaan umum, bukan berdasarkan nilai atau tujuan yang lebih dalam. Orang yang berani berbeda sering dianggap menantang norma yang sudah mapan.

 

Kita sering lupa, kreativitas atau berbeda adalah letak kekuatan karakter seseorang. Menjalani hidup sesuai nilai yang diyakini memang membutuhkan keberanian dan keteguhan, bukan sekadar keinginan untuk tampil berbeda. Selama pilihan itu baik, bertanggung jawab, dan tidak merugikan orang lain, maka pertentangan tidak perlu menjadi alasan untuk mundur. Sebab sering kali, orang yang hari ini dipertanyakan adalah orang yang suatu saat justru menjadi contoh karena keberaniannya mempertahankan prinsip dan mau bersikap.

 

Lalu, bagaimana menghadapi respon negatif dari banyak orang atas kreativitas atau sikap berbeda yang kita lakukan? Tidak usah khawatir, cukup pahami beberapa prinsip berikut ini:

 

1. Ketika kita sudah yakin dengan "cara hidup" sendiri dan tidak melanggar norma agama dan negara maka pegang teguh saja. Sebab cara hidup yang beda memang membuat  banyak orang yang menentang.  

 

2. Tidak semua orang akan menentang kita. Di luar sana ada orang yang mengerti dengan apa yang kita lakukan. Maka jangan pernah merasa paling beda atau paling benar, cukup Jalani apa adanya.  

 

3. Ketika kita "berbeda", berarti kita berada di jalur yang tepat. Karena kebanyakan orang hanya mengikuti yang umum bahkan mereka tidak tahu alasan di balik itu. Sementara kita sudah dibukakan pintu kebenaran yang kita tidak takut lagi akan hidup dan jalan yang dipiih. Itulah konsekuensi yang harus diterima.  

 

4.   Pikiran atau cara pandang banyak orang senang dianggap tidak penting. Tapi kita berbeda, kita merasa penting untuk membuat hidup kita lebih berarti dan bermakna. Ingat, sebagian orang ternyata tidak tahu hidup untuk apa dan bagaimana hidup harus dijalani.



 

5.   Ketika kita terus berjalan dengan sikap dan pendirian kita maka kebenaran akan makin terbukti. Ternyata nantinya, beberapa orang akan terbuka, ingin tahu dan mau mengikuti cara kita untuk berbeda. Itu artinya, cara hidup kita sudah menginspirasi orang lain.  

 

6.   Teruslah menjadi orang yang kreatif dan mempunyai mental “pembelajar seumur hidup". Agar tetap berani tampil beda dalam hal yang baik, bersikap adil dan fleksibel ketika ada yang perlu diperbaiki pada diri kita sendiri. Jangan sok ingin memperbaiki orang lain.

7.   Berbeda untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat itu tidak banyak dilakukan orang. Maka teruslah berbeda di mana pun dan hingga kapan pun.

 

Ketahuilah, jadi orang yang berbeda pasti ada hambatannya. Setiap hal yang baru, berbeda, atau tidak biasa hampir selalu menimbulkan pertentangan. Sebab, manusia pada dasarnya cenderung nyaman dengan sesuatu yang sudah dikenal dan dianggap normal. Ketika ada seseorang yang memilih jalan hidup berbeda, baik dalam cara berpikir, gaya hidup, maupun prinsip hidup, hal itu sering dianggap aneh, mengganggu, atau bahkan mengancam kenyamanan orang lain. Karena itu, perbedaan sering kali memunculkan penolakan sebelum akhirnya dipahami.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar