Di hadapan mahasiswa, pada sesi kuliah Menulis Kreatif, beranilah untuk menulis dengan cara yang beda. Karena menulis kreatif, intinya proses menuangkan ide-gagasan dengan cara yang beda. Apapun alasannya, tulisah harus lahir dari: pikiran yang beda, perilaku yang berbeda, batin yang beda atau karyanya yang berbeda. Asal mau menulis dan menulis.
Tidak cukup sampai di situ. Ketika
kita menulis sesuatu dengan cara beda, maka akan terjadi pertentangan. Sudah pasti
dan itu biasa. Sesuatu yang belum pernah banyak dilakukan atau yang berbeda
akan selalu menimbulkan "pertentangan". Sangat wajar, bila kita punya:
cara hidup - gaya hidup – cara pandang bahkan cara menulis yang berbeda berbeda
dari orang banyak maka kita harus siap untuk tidak disukai, diremehkan,
ditentang, bahkan dipertanyakan. Setuju kan?
Sebab orang yang memiliki
cara hidup, gaya hidup, mindset atau cara menulis yang tidak mengikuti
arus mayoritas, maka harus siap menghadapi berbagai respons negatif. Apapaun bentuknya,
sebagai konsekuensi atas sikap kreatif. Bukan karena pilihan itu selalu salah,
tetapi karena banyak orang menilai berdasarkan kebiasaan umum, bukan
berdasarkan nilai atau tujuan yang lebih dalam. Orang yang berani berbeda
sering dianggap menantang norma yang sudah mapan.
Kita sering lupa, kreativitas
atau berbeda adalah letak kekuatan karakter seseorang. Menjalani hidup sesuai
nilai yang diyakini memang membutuhkan keberanian dan keteguhan, bukan sekadar
keinginan untuk tampil berbeda. Selama pilihan itu baik, bertanggung jawab, dan
tidak merugikan orang lain, maka pertentangan tidak perlu menjadi alasan untuk
mundur. Sebab sering kali, orang yang hari ini dipertanyakan adalah orang yang
suatu saat justru menjadi contoh karena keberaniannya mempertahankan prinsip
dan mau bersikap.
Lalu, bagaimana menghadapi respon
negatif dari banyak orang atas kreativitas atau sikap berbeda yang kita lakukan?
Tidak usah khawatir, cukup pahami beberapa prinsip berikut ini:
1. Ketika kita sudah yakin dengan
"cara hidup" sendiri dan tidak melanggar norma agama dan negara maka
pegang teguh saja. Sebab cara hidup yang beda memang membuat banyak orang yang menentang.
2. Tidak semua orang akan menentang kita. Di
luar sana ada orang yang mengerti dengan apa yang kita lakukan. Maka jangan pernah
merasa paling beda atau paling benar, cukup Jalani apa adanya.
3. Ketika kita "berbeda", berarti
kita berada di jalur yang tepat. Karena kebanyakan orang hanya mengikuti yang
umum bahkan mereka tidak tahu alasan di balik itu. Sementara kita sudah
dibukakan pintu kebenaran yang kita tidak takut lagi akan hidup dan jalan yang
dipiih. Itulah konsekuensi yang harus diterima.
4.
Pikiran
atau cara pandang banyak orang senang dianggap tidak penting. Tapi kita
berbeda, kita merasa penting untuk membuat hidup kita lebih berarti dan
bermakna. Ingat, sebagian orang ternyata tidak tahu hidup untuk apa dan bagaimana
hidup harus dijalani.
5.
Ketika
kita terus berjalan dengan sikap dan pendirian kita maka kebenaran akan makin
terbukti. Ternyata nantinya, beberapa orang akan terbuka, ingin tahu dan mau mengikuti
cara kita untuk berbeda. Itu artinya, cara hidup kita sudah menginspirasi orang
lain.
6.
Teruslah
menjadi orang yang kreatif dan mempunyai mental “pembelajar seumur hidup".
Agar tetap berani tampil beda dalam hal yang baik, bersikap adil dan fleksibel
ketika ada yang perlu diperbaiki pada diri kita sendiri. Jangan sok ingin
memperbaiki orang lain.
7.
Berbeda
untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat itu tidak banyak dilakukan orang. Maka
teruslah berbeda di mana pun dan hingga kapan pun.
Ketahuilah, jadi orang yang
berbeda pasti ada hambatannya. Setiap hal yang baru, berbeda, atau tidak biasa
hampir selalu menimbulkan pertentangan. Sebab, manusia pada dasarnya cenderung
nyaman dengan sesuatu yang sudah dikenal dan dianggap normal. Ketika ada
seseorang yang memilih jalan hidup berbeda, baik dalam cara berpikir, gaya
hidup, maupun prinsip hidup, hal itu sering dianggap aneh, mengganggu, atau
bahkan mengancam kenyamanan orang lain. Karena itu, perbedaan sering kali
memunculkan penolakan sebelum akhirnya dipahami.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar