Ini sebuah ungkapan, yang berarti setiap tindakan, niat, dan perilaku kita tidak pernah luput dari pengawasan-Nya. Kita diajak untuk selalu berbuat baik, jujur, dan bertanggung jawab, meskipun tidak ada orang lain yang melihat.
Tuhan melihat semua yang aku perbuat, sebuah pengakuan jujur bahwa
tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. Setiap perbuatan, sekecil apa
pun, diketahui dengan sempurna.
Tapi yang paling hebat adalah “Dia memilih tidak membeberkan aib
dosa-dosa.” Meskipun manusia penuh kekurangan, Tuhan tetap menutupinya. Tuhan
tidak pernah mempermalukan hamba-Nya, tidak membuka aib di hadapan manusia lain,
bahkan memberi kesempatan untuk berubah. Selalu ada ampunan dan balasan, untuk
menjadi lebih baik. Bukti bahwa Tuhan, penuh kasih sayang dan kelembutan terhadap
hamba-Nya.
Sebagai hamba, inilah kesadaran yang seharusnya melahirkan rasa
malu yang menyejukkan. Bukan malu yang membuat putus asa. Tapi malu yang
mendorong untuk memperbaiki diri. Karena ketika seseorang menyadari betapa
banyak dosanya yang ditutupi harusnya akan lebih lembut, lebih rendah hati, dan
lebih berhati-hati dalam bertindak.
Tersirat pesan penting, agar manusia belajar meneladani sifat ini:
tidak mudah membuka aib orang lain, sebagaimana Tuhan menutup aib kita.
Tuhan melihat semua yang aku perbuat. Ungkapan ini bukan hanya
tentang dosa, tapi juga tentang harapan. Selama aib masih ditutup, berarti
pintu taubat masih terbuka dari-Nya. Dan selama itu pula, selalu ada kesempatan
untuk kembali menjadi lebih baik. Lebih baik dari yang kemarin.
Bahkan saat sedang membaca pun, Tuhan tahu apa yang ada di pikiran kita. Karena
pada akhirnya, bukan penilaian manusia yang paling utama. Tapi pertanggungjawaban
kita di hadapan Tuhan. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar