Ini kisah dari taman bacaan, selama “ngabubu-read” di TBM Lentera Pustaka. Mahal karena membaca, bukan berarti seseorang menjadi mahal dalam arti materi. Tapi nilainya sebagai manusia menjadi lebih tinggi karena pengetahuan dan wawasan hingga komitmen untuk meenegakkan literasi dsan tradisi baca.
Anak-anak yang membaca di taman bacaan, mungkin tidak tahu. Bahwa
membaca dapat menaikkan nilai intelektual seseorang. Orang yang banyak membaca
biasanya memiliki pengetahuan yang lebih luas dan cara berpikir yang lebih
tajam. Ia mampu melihat masalah dari banyak sudut pandang, tidak mudah terjebak
pada opini yang dangkal. Dalam konteks ini, “mahal” berarti nilai pemikirannya
berharga. Ketika ia berbicara atau memberi pandangan, orang lain merasa ada bobot
yang layak dihargai.
Membaca juga membentuk kedalaman karakter. Buku bukan hanya
memberi informasi, tetapi juga membentuk cara memahami kehidupan. Melalui
membaca, seseorang belajar tentang sejarah, psikologi manusia, nilai-nilai
moral, dan pengalaman hidup orang lain. Karena itu, orang yang gemar membaca
sering terlihat lebih tenang dalam menilai sesuatu, tidak mudah menghakimi, dan
lebih bijak dalam mengambil Keputusan. Kedalaman inilah yang membuat seseorang terlihat
“mahal” secara kualitas diri.
Membaca membuat seseorang tidak mudah “murahan” dalam berpikir. Tanpa
wawasan, seseorang mudah terjebak pada opini yang dangkal, emosi sesaat, dan informasi
yang menyesatkan. Membaca membuat seseorang lebih kritis dan selektif. Ia tidak
mudah terbawa arus. Dalam arti ini, membaca membuat seseorang tidak murah dalam
cara berpikir.
Kita sadar, pengetahuan punya nilai yang tidak bisa dibeli. Uang
bisa membeli pakaian mahal, tetapi tidak bisa membeli wawasan. Pengetahuan yang
diperoleh dari membaca adalah investasi jangka panjang dalam diri. Karena itu
sering muncul gagasan sederhana. Orang yang membaca mungkin tidak langsung
terlihat kaya, tetapi nilai dirinya menjadi mahal.
Mahal karena membaca berarti harga diri seseorang meningkat karena
kualitas pikirannya. Bukan karena apa yang ia pakai, tetapi karena apa yang ia
ketahui, pahami, dan bagaimana ia memandang dunia. Orang yang membaca tidak
selalu terlihat mewah, tetapi sering kali berkelas tanpa perlu pamer. Salam
literasi!

%20rev.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar