Mau seperti apa kita di masa pensiun? Banyak orang bingung di hari tua, setelah tidak bekerja lagi dan tidak punya gaji lagi. Dari cerita yang beredar, ada beragam aktivitas yang dilakukan setelah pensiun. Ada yang mau menikmati hari tua dengan menekuni hobi yang tidak sempat dikerjakannnya saat bekerja. Ada yang masih ingi bekerja karena untuk mengisi waktu luang di hari tua. Ada pula yang ingin bisnis atau usaha, mungkin karena uangnya cukup.
Tapi adakah pensiunan yang mau mengisi hari-hari tuanya dengan aktivitas
sosial? Menjadi seorang filantropis atau pekerja sosial untuk membantu
masyarakat yang membutuhkan? Tentu, ada yang mau ada yang tidak. Tergantung kondisi
seperti apa di masa pensiun.
Tapi sebagai inspirasi, mungkin kisah nyata Chen Shu-chu dari
Taiwan bisa disimak untuk calon pensiunan. Chen Shu-chu, perempauan kelahiran tahun
1951. Kerjaannya "cuma" penjual sayur di pasar tradisional Taitung di
Taiwan Timur. Hidupnya sangat hemat, bahkan cenderung pelit pada diri sendiri.
Dia makan nasi kecap tahu setiap hari dan tidur di lantai. Tapi dunia dibuat gempar
olehnya. Karena di hari tuanya, ia telah menyumbangkan Rp 3,2 miliar untuk
membangun perpustakaan sekolah dan Rp 4,5 miliar untuk panti asuhan dan rumah
sakit. Totalnya hampir Rp 7,7 miliar telah disumbangkan untuk sosial di hari
tua.
Uang sebanyak itu bukan dari warisan, bukan pula akumulasi dana
pensiun yang diperoleh selama bekerja. Tapi receh demi receh yang dikumpulkan dari
keuntungan menjual kol, kangkung, dan bayam selama puluhan tahun di pasar. Dia
bergadang 18 jam sehari tanpa libur. Begitulah etos kerjanya sebagai pedagang
sayur.
Bisnis Chen yang penjual sayur tentu tidak ada di lantai bursa. Sahamnya
pun tidak pernah anjlok. Hidupnya hanya mengutamakan memberi daripada menerima.
Dengan gaya hidup sangat sederhana, ia menyumbangkan sebagian besar
penghasilannya untuk pendidikan dan kebutuhan anak-anak, kesehatan, dan
kesejahteraan sosial. Dia mendedikasikan dirinya untuk filantropi, untuk orang-orang
yang membutuhkan. Sebuah kondisi pensiun yang ideal.
Chen percaya bahwa uang lebih berguna bagi mereka yang membutuhkan
daripada disimpan sendiri. Dalam hidupnya, Chen berprinsip bahwa uang tidak
dibawa mati, sehingga lebih bermanfaat jika disumbangkan untuk membantu orang
lain. Baginya, saat memberi harus tulus karena memberi bukan tentang seberapa
banyak uang yang disumbang, melainkan seberapa besar manfaat uang tersebut bagi
orang lain. Hiduplah sederhana dan hemat, seperti dia hanya makan nasi dan tahu yang diawetkan,
serta tidak memprioritaskan barang-barang mewah. Tidak konsumtif, tidak bergaya
hidup apalagi hedon.
Chen selalu menemukan kebahagiaan dan kepuasan dalam membantu
orang lain, terlepas dari statusnya sebagai penjual sayur yang sederhana. Baginya,
uang hanya berguna bila dipakai untuk membantu orang yang membutuhkan. Karena
uang banyak bila tidak disumbangkan hanya tumpukan kertas semata. Sikapnya yang
dermawan di hari tua, membuat hidupnya jauh dari kemewahan. Tapi hebatnya, dia
merasa bahagia setelah menyumbang dan membantu orang lain.
Saat ditanya, kenapa Chen di hari tuanya tidak menikmati uangnya
untuk jalan-jalan atau beli rumah bagus? Ternyata jawabannya menohok, "Uang
itu hanya berguna jika digunakan untuk membantu orang yang membutuhkannya.
Kalau cuma ditumpuk, dia cuma kertas." Ini bukan tentang jumlah uang yang dihasilkan
tapi bagaimana kita menggunakan uang, katanya.
Memang mengikuti jejak Chen untuk masa pensiun tergolong susah.
Tapi setidaknya, inspirasi untuk memanfaatkan waktu di hari tua dengan kegiatan
sosial dan filantropis bisa jadi pilihan. Bukan untuk menyumbang uang sebesar
Chen, tapi berkiprah secara sosial seperti yang dilakukan Chen. Karenanya,
sangat penting menyiapkan kondisi finansial yang mandiri di hari tua, ada kesinambungan
penghasilan di masa pensiun. Agar bisa melakukan aktivitas sosial dengan tenang
dan bermanfaat untuk orang lain. Pensiun ideal kan tidak harus jadi dermawan. Tapi
menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial juga baik. Maka siapkan masa pensiun sedini mungkin, diantaranya milikilah dana pensiun. Agar
tetap nyaman dan sejahtera di hari tua, saat tidak bekerja lagi.
Atas kedermawanannya, Chen pun masuk dalam daftar bergengsi
"100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia" versi Majalah Time tahun 2010,
menerima penghargaan Ramon Magsaysay Award, dan diakui sebagai salah satu
Pahlawan Filantropi oleh Forbes Asia. Di hari tuanya, Chen bisa
jadi inspirasi banyak calon pensiun.
Dan ternyata, tidak semua filantropis kaya raya. Membantu orang
lain tidak harus berlimpah harta. Tidak mesti kaya dulu untuk bisa memberi
donasi kepada orang-orang yang membutuhkan. Persis seperti dana pensiun, tidak
perlu menabung uang besar untuk bisa Sejahtera di hari tua. Cukup sadar untuk mempersiapkan
hari tua dengan baik. Agar tidak bergantung kepada anak di masa pensiun.
Mulailah rancang masa pensiun kita, mau seperti apa dan mau
bagaimana? #YukSiapkanPensiun

_cropped_processed_by_imagy_cropped_processed_by_imagy%20(1).jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar