Memang benar, puasa makin semangat karena membaca buku yang sehat. Karena membaca buku yang sehart berarti membaca bacaan yang positif, menenangkan, dan memberi nilai kebaikan. Seperti membaca buku-buku tentang pengembangan diri, spiritualitas, atau kehidupan.
Isi bacaan buku yang sehat biasanya membantu kita untuk menjaga
pikiran tetap jernih saat tubuh lemah karena puasa. Mampu mengalihkan fokus
dari lapar dan haus ke hal-hal yang lebih bermakna dan menambah motivasi untuk
menjalani puasa dengan niat yang lebih kuat. Jadi, buku menjadi asupan mental,
sebagaimana makanan adalah asupan fisik.
Secara simbolik, membaca buku yang sehat ibarat saat tubuh sedang
menahan, jiwa justru diberi makan. Puasa bukan cuma soal menahan lapar, tapi
juga membersihkan batin. Membaca “buku yang sehat” melambangkan usaha merawat
pikiran dan hati sehingga puasa terasa lebih ringan, lebih sadar, dan lebih
bermakna. Puasa jadi makin semangat karena pikiran diisi hal-hal baik. Hati
jadi lebih tenang sehingga tujuan puasa terasa lebih dalam dan waktu luang
diisi dengan pertumbuhan, bukan keluhan.
Realitas itulah yang dijalani anak-anak TBM Lentera Pustaka selama
bulan puasa. Bertajuk “Ngabubu Read Ramadhan Ceria di TBM”, anak-anak mengisi waktu
puasa dengan membaca buku, sambil khataman Al Quran seminggu sekali. Program
ini bertujuan meningkatkan literasi, memperkuat akhlak, dan mendekatkan
anak-anak pada buku yang dikombinasikan
dengan berbagi takjil atau mengaji bersama setiap hari Sabtu jelang waktu berbuka
puasa.
Aktivitas utama Ngabubu-Read di TBM Lentera Pustaka diisi dengan membaca
buku dari berbagai jenis buku cerita atau pengetahuan di taman bacaan. Khataman
Al-Quran setiap hari Sabtu, di mana anak-anak dibagi kelompok untuk
menyelesaikan 2-3 juz per Minggu per kelompok. Di samping ada aktivitas sosial
dan donasi yang digelar oleh berbagai lembaga atau komunitas. Tujuannya adalah
untuk membentuk perilaku baik dan kebiasaan akhlak yang positif selama bulan
puasa.
Setiap tahun di bulan puasa, Ngabubu Read selalu digelar di TBM
Lentera Pustaka. Sebagai kegiatan yang edukatif dan menyenangkan di bulan puasa,
di samping mengubah taman bacaan menjadi pusat aktivitas Ramadan yang
produktif. Salam literasi!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar