Diam, memang bukan syariat dalam berpuasa. Tidak ada yang menyuruh diam saat berpuasa. Karena puasa fokusnya adalah menahan diri dari makan dan minum, hubungan suami istri, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib. Tapi ada tradisi orang yang berpuasa untuk tidak berbiacara alias diam.
Walaupun tidak wajib, sebagian orang memilih diam saat puasa.
Semata-mata untuk menjaga lisan. Agar tidak terjebak pada pembicaraan yang
sia-sia atau dapat mengurangi pahala puasa. Diam untuk menghindari ghibah
(menggunjing), menghindari fitnah dan dusta. Diam agar terhindar dari perkataan
kasar atau debat yang tidak perlu. Makanya ada hadis yang menyebut bahwa jika
seseorang diajak bertengkar saat puasa, hendaknya menjawab: “Saya sedang
berpuasa.”
Diam saat berpuasa, intinya untuk mengendalikan ucapan, mengurangi hal
sia-sia, dan menjaga kualitas ibadah. Akan tetapi, diam menjadi wajib bila saat
berpuasa bertemu dengan 5 (lima) jenis orang seperti ini:
1. Orang yang selalu ingin menang dalam setiap
percakapan. Bicara bukan untuk mencari kebenaran, tapi mengejar kemenangan. Karenany,
diam bukan tanda kalah tapi tanda kita tidak mau masuk ke medan yang penuh egoisme.
2.
Orang yang senang menjelekkan orang lain.
Apa yang keluar dari mulutnya mencerminkan isi hatinya. Bicara hanya akan
menyeret kita ke energi yang sama rendahnya, lebih baik diam.
3.
Orang yang menolak memahami. Sebanyak apa
pun kita menjelaskan, ia hanya mendengar untuk membalas. Bukan untuk mengerti.
Diam adalah bentuk perlindungan diri dari kebisingan batinnya.
4.
Orang yang hidup dari drama dan konflik.
Orang-orang yang butuh penonton, bukan solusi. Ketika kita diam, maka panggung
mereka runtuh dengan sendirinya.
5.
Orang yang senang menguji kesabaran kita.
Mereka muncul untuk mengajarkan kendali bahkan kontrol diri. Diam adalah bentuk
kemenangan batin atas dorongan untuk bereaksi.
Bertemu dengan orang-orang seperti di atas, lebih baik diam. Bukan
karena kita lemah, tapi karena kita sedang menjaga energi agar tidak terpapar
getaran yang merusak kedamaian batin. Apalagi di saat sedang berpuasa, lebih
baik diam.
Diam, kadang diperlukan saat puasa. Memang tidak disyariatkan tapi diam
adalah cara untuk menjaga lisan dari hal-hal yang tidak perlu atau mengurangi
pahala puasa. Saat puasa, justru bicara yang baik-baik bisa bernilai pahala
atau lebih baik membaca buku saja.


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar