Jumat, 20 Februari 2026

Alumni LPDP yang Pamer Paspor WNA Anak Lupa Adab Di Atas Ilmu

Ada yang lagi viral dan kontroversi di media sosial. Soal alumni LPDP yang namanya DS yang menyebut, "cukup saya WNI, anak jangan". Gara-gara pamer paspor Inggris anaknya, alumni LPDP yang memvideokan sendiri ulahnya akhirnya “dirujak” netizen. Dianggap tidak punya nasionalisme dan tidak punya etika sebagai alumni penerima beasiswa LPDP. Walau kahirnya udah minta maaf.

 

Itu alumni lupa, LPDP itu uang rakyat. Uang yang dikumpul dari keringat rakyat untuk biayain dia kuliah. Ehh, ujung-ujungnya malah melecehkan bangsaknya sendiri. Bua tapa pintar kalau “merendahkan” bangsanya sendiri. Jadi, orang kayak gitu ebih baik “pergi” saja dari Indonesia.  Sekeluarga juga boleh pindah, bila perlu ke planet mana kek. Silakan saja, Indonesia nggak butuh orang pintar yang katanya penerima LPDP model kayak gitu. Itu justru orang pintar keblinger, nggak paham “adab itu di atas ilmu”.

 

LPDP itu beasiswa yang dibiayai oleh negara, uangnya pun dari rakyat. Selain untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, tujuan LPDP itu untuk mendorong kontribusi bagi bangsa dan memperkuat pembangunan nasional. Tapi kalua punya lulusan model DS begitu ya lebih baik “uang beasiswa” kembalikan saja ke negara dan pihak LPDP bisa pilih calon penerima beasiswa LPDP yang bermoral, yang punya akhlak. Nggak perlu pamer-pamer anaknya jadi WNA.

 


LPDP jangan ragu lagi, coba di cek penerima LPDP semuanya. Bila para penerima melanggar kontrak LPDP seperti 2N + 1 nggak dilakukan, maka berikan sanksi sekaligus minta kembali “uang beasiswa” semuanya.  LPDP harus tegakkan prinsip “kepatuhan terhadap perjanjian”. LPDP itu bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Tapi juga amanah moral untuk patuh dan berkontribusi kepada bangsa. Alumni LPDP yang baik itu bila memberi dampak nyata bagi bangsa. Bukan malah pamer paspor anak yang WNA.

 

Aneh sih kalua alumni LPDP nggak punya akhlak. Tidak tahu etika sosial dan sensitivitas publik.  Kuliah pakai uang rakyat tapi begitu kelar malah merendahkan bangsanya sendiri, sok pamer pula. Malah jadi ganggu publik yang tadinya tenang-tenang saja lagi puasa.

 

Semoga ke depan, nggak ada lagi alumni LPDP yang sok dan merendahkan bangsanya sendiri, sementara kuliahnya dibiayai rakyat? Helloww literasi …

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar