Ada yang lagi viral dan kontroversi di media sosial. Soal alumni LPDP yang namanya DS yang menyebut, "cukup saya WNI, anak jangan". Gara-gara pamer paspor Inggris anaknya, alumni LPDP yang memvideokan sendiri ulahnya akhirnya “dirujak” netizen. Dianggap tidak punya nasionalisme dan tidak punya etika sebagai alumni penerima beasiswa LPDP. Walau kahirnya udah minta maaf.
Itu alumni lupa, LPDP itu uang rakyat. Uang yang dikumpul dari keringat
rakyat untuk biayain dia kuliah. Ehh, ujung-ujungnya malah melecehkan
bangsaknya sendiri. Bua tapa pintar kalau “merendahkan” bangsanya sendiri. Jadi,
orang kayak gitu ebih baik “pergi” saja dari Indonesia. Sekeluarga juga boleh pindah, bila perlu ke
planet mana kek. Silakan saja, Indonesia nggak butuh orang pintar yang katanya
penerima LPDP model kayak gitu. Itu justru orang pintar keblinger, nggak paham “adab
itu di atas ilmu”.
LPDP itu beasiswa yang dibiayai oleh negara, uangnya pun dari rakyat. Selain
untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, tujuan LPDP itu untuk mendorong
kontribusi bagi bangsa dan memperkuat pembangunan nasional. Tapi kalua punya
lulusan model DS begitu ya lebih baik “uang beasiswa” kembalikan saja ke negara
dan pihak LPDP bisa pilih calon penerima beasiswa LPDP yang bermoral, yang
punya akhlak. Nggak perlu pamer-pamer anaknya jadi WNA.
LPDP jangan ragu lagi, coba di cek penerima LPDP semuanya. Bila para
penerima melanggar kontrak LPDP seperti 2N + 1 nggak dilakukan, maka berikan
sanksi sekaligus minta kembali “uang beasiswa” semuanya. LPDP harus tegakkan prinsip “kepatuhan
terhadap perjanjian”. LPDP itu bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Tapi juga amanah
moral untuk patuh dan berkontribusi kepada bangsa. Alumni LPDP yang baik itu
bila memberi dampak nyata bagi bangsa. Bukan malah pamer paspor anak yang WNA.
Aneh sih kalua alumni LPDP nggak punya akhlak. Tidak tahu etika sosial dan
sensitivitas publik. Kuliah pakai uang
rakyat tapi begitu kelar malah merendahkan bangsanya sendiri, sok pamer pula.
Malah jadi ganggu publik yang tadinya tenang-tenang saja lagi puasa.
Semoga ke depan, nggak ada lagi alumni LPDP yang sok dan merendahkan
bangsanya sendiri, sementara kuliahnya dibiayai rakyat? Helloww literasi …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar