Ini bukan soal bagus atau tidak bagus. Tapi soal kepuasan batin yang muncul dari aktivitas keseharian di TBM Lentera Pustaka. Sebuah kiprah sosial saat melayani anak-anak KElas PRAsekolah (KEPRA) yang belajar baca-tulis atau mendampingi anak-anak Taman Bacaan (TABA) saat membaca buku. Dari yang tadinya tidak ada akses belajar calistung dan membaca, kini tumbuh menjadi anak-anak yang rutin datang ke taman bacaan. Bersama-sama ada di taman bacaan, minimal seminggu 3 kali.
Memang benar, berkiprah di taman
bacaan tidak dapat diukur secara kuantitatif. Bukan bicara angka atau
pengakuan. Tapi memberikan kepuasan bersifat intrinsik, hanya bisa dirasakan
oleh yang melakukannya. Dalam kegiatan sosial, terutama di taman bacaan, hasil
nyata seperti jumlah pengunjung, buku yang dibaca, atau penghargaan sering kali
bukan tujuan utama. Yang lebih bermakna adalah kesadaran bahwa kehadiran dan
usaha kita memberi dampak, sekecil apa pun bagi orang lain. Ada manfaat yang
dirasakan dari keberadaan taman bacaan.
Ukuran keberhasilan juga
tidak melulu dari angka atau pengakuan. Nilai utama dari kiprah sosial di taman
bacaan sejatinya terletak pada proses pengabdian, bukan pada validasi sosial
atau capaian yang bisa dipamerkan. Ketika sebuah pengabdian hadir sepenuh hati,
maka di dalamnya ada ketulusan dan komitmen moral. Kepuasan muncul karena
tindakan dilakukan dengan niat memberi, bukan karena dorongan imbalan. Dari
sini, muncul rasa tenang dan damai, lebih bermakna, dan ada koneksi dengan
sesama. Sesuatu yang tidak bisa dihitung, tetapi bisa dirasakan.
Begitu pula dalam hidup.
Terkadang ada kepuasan yang tidak bisa diukur dari besar kecilnya hasil. Tapi dari
proses dan rasa bahwa sesuatu itu lahir dari keringat sendiri. Sekecil apa pun
yang didapat, ia membawa martabat. Ada usaha di sana, ada niat untuk berdiri di
atas kaki sendiri. Kadang hasil jerih payah memang tidak langsung mengubah
keadaan. Hidup tetap berat, masalah tetap ada. Tapi setidaknya kita tidak
menambah beban orang lain. Ada ketenangan kecil saat tahu bahwa kita sedang
berusaha menanggung hidup kita sendiri, walau pelan dan jauh dari sempurna.
Ikhtiar kita sering luput
dari sorotan. Tidak dramatis, tidak mengundang pujian. Namun justru di situlah
nilainya. Bertahan tanpa merepotkan, berjuang tanpa banyak suara, dan terus
berjalan meski hasilnya kecil. Bagi banyak orang, itu sudah merupakan
keberanian yang besar dan manfaat yang luar biasa.
Singkatnya, kerja apapun atau
kerja sosial adalah kepuasan sejati bukan berasal dari besar-kecilnya hasil
yang tampak, melainkan dari makna, ketulusan, dan kesadaran bahwa kita telah
berkontribusi dengan sepenuh hati. Kepuasan itu bersifat personal, mendalam,
dan sering kali justru paling kuat ketika tidak disertai sorotan atau pujian.
Jadi, tetaplah mengabdi untuk
sosial dan berbuatlah sesuatu yang lebih baik, apapun hasilnya. Salam literasi!
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar