Rabu, 29 November 2023

Inilah 5 Tantangan Edukasi Dana Pensiun di Kalangan Pekerja, Harus Terus Bergerak

Dalam berbagai seminar dan diskusi, selalu disebutkan bahwa menabung untuk hari tua atau merencanakan masa pensiun bagi setiap pekerja itu penting dan sangat penting. Penasihat keuangan pun berkali-kali menekankan pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini itu penting. Bahkan pemerintah pun mengimbau kepada para pekerja di Indonesia untuk mau menyisihkan sebagian gaji untuk hari tuanya. Agar tetap nyaman di masa pensiun dan dapat menikmati hari tuanya sendiri.

 

Saat pensiun, siapapun tidak lagi punya gaji bulanan. Uang pesangon atau pensiun dari tempat bekerja pun tidak seberapa, akan habis digunakan untuk biaya hidup sekitar 5 tahun setelah pensiun. Sementara angka harapan hidup saat ini mencapai 72 tahun. Bila pensiun di 55 tahun, maka masih ada 17 tahun masa kehidupan di hari tua yang membutuhkan biaya tidak kecil. Sementara sudah tidak bekerja dan tidak punya gaji bulanan lagi, lalu dari mana uang untuk membiayai kehidupan di hari tua? Maka lagi-lagi, menabung untuk masa pensiun sangat penting. Mumpung masih bekerja, kan tidak ada salahnya untuk mempersiapkan jaminan hidup nyaman di hari tua.  Itulah gunanya dana pensiun sebagai produk keuangan yang dirancang khusus untuk masa pensiun seorang pekerja.

 

Tapi sayangnya saat ini. Dari 136 juta pekerja yang ada di Indonesia, tidak lebih dari 5% pekerja yang sudah memiliki dana pensiun (di luar JHT BPJS). Artinya, bila tidak edukasi akan pentingnya merencanakan masa pensiun. Berpotensi besar 95% pekerja di Indonesia akan mengalami masalah keuangan di hari tua. Tidak punya kecukupan dana untuk membiayai hidupnya sendiri di masa pensiun. Maka wajar survei menyebut, 7 dari 10 pensiunan di Indonesia mengalami masalah keuangan. Merana di masa pensiun walau belum tentu berjaya pula di masa bekerja sebelumnya.

 

Lalu, kenapa pekerja di Indonesia susah untuk menabung masa pensiunnya?

Usut punya usut dan setelah survei ke 100 pekerja biasa di Jakarta, ternyata diperoleh alasan yang “cukup masuk akal”. Bahwa gaji atau penghasilan pekerja belum bisa dipakai menabung untuk hari tua. Ternyata, inilah 5 (lima) alasan pekerja belum mau menabung untuk hari tua atau memiliki dana pensiun, yaitu:

1.     Gaji habis untuk biaya pendidikan anak

2.     Gaji habis digunakan untuk membayar utang

3.     Gaji terserap untuk menyicil kredit rumah-kendaraan

4.     Gaji digunakan untuk bergaya hidup

5.     Selalu punya alasan untuk mengelak pentingnya dana pensiun, belum punya mind set tentang pentingnya perencanaan masa pensiun



Selain itu, ada pula yang berpendapat. Urusan masa pensiun atau hari tua, katanya, menjadi kewajiban kantor atau perusahaan tempatnya bekerja. Bila begitu nyatanya, berarti edukasi dan literasi menjadi persoalan utama di dana pensiun. Untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada pekerja akan pentingnya dana pensiun. Agar tidak menyesal di masa pensiun. Akibat tidak mempersiapkan masa pensiunnya sendiri.

  

Pekerja, sepatutnya tahu. Untuk bisa sejahtera dan nyaman di masa pensiun, tentu dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara yang idela adalah menjadi peserta DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang ada di pasaran. Karena DPLK merupakan produk keuangan yang dirancang khusus untuk masa pensiun, saat pekerja tidak bekerja lagi. Melalui DPLK, pekerja dapat menyisihkan sebagian gaji untuk hari tua. Setidaknya, ada 3 (tiga) keuntungan DPLK, yaitu 1) ada ketersediaan dana yang pasti di masa pensiun, 2) ada hasil investasi yang optimal saat manfaat pensiun dibayarkan,  dan 3) ada insentif pajak saat manfaat pensiun dibayarkan, pajaknya final 5%. 

 

Mungkin, ada baiknya pekerja tidak lagi mencari-cari alasan untuk mengelak pentingnya dana pensiun. Tapi mulailah mencoba dan berani untuk menabung untuk hari tua dari sekarang, dari sejak dini. Mumpung masih bekerja dan usia pensiun belum tiba. Agar masa pensiun sama baiknya dengan masa bekerja. Karena kalau bukan kita yang peduli pada hari tua kita sendiri, mau siapa lagi? Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #LiterasiPensiun #DanaPensiun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar