Ungkapan “orang lain nggak akan membantumu” bukan soal pesimisme. Tapi sebuah pernyataan yang menegaskan pentingnya fokus pada diri sendiri. Karena memang nggak akan ada orang lain yang benar-benar membantu kita, kecuali diri kita sendiri yang melakukannya.
Ungkapan itu pada akhirnya, mengingatkan bahwa tanggung jawab utama
atas hidup dan perjuangan kita ada di tangan kita sendiri. Orang lain bisa
memberi saran, dukungan, atau bantuan. Tapi mereka tetap tidak bisa menjalani
hidup atau mengambil keputusan penting untuk kita. Maka semuanya jadi tanggung
jawab kita sendiri. Perubahan nyata (belajar, bekerja keras, memperbaiki diri)
hanya terjadi kalau kita sendiri yang bertindak.
Mau sebaik apapun orang lain, realitasnya tidak semua orang akan peduli
atau siap menolong pada saat kita membutuhkannya. Hanya diri kita sendiri yang
bisa melakukannya. Kita mengandalkan diri sendiri, dengan bantuan Tuhan
tentunya. Ini bukan berarti menolak bantuan orang lain. Tapi menekankan bahwa
bantuan hanya efektif kalau kita yang bergerak sendiri. Contoh sederhananya: kalau
kita ingin lulus ujian, guru hanya bisa mengajar dan teman bisa membantu
belajar. Tapi yang mengerjakan ujian tetap kita sendiri.
Maka, mulailah bangun kepercayaan pada diri sendiri. Tingkatkan
kualitas dan daya juang. Karena hasil yang baik dan apapun, sejatinya hanya masalah
waktu untuk memcapainya. Asal tetap ikhtiar dan konsisten di jalan yang baik. Bersabarlah
dalam menunggu hasil dari upaya kita sendiri. Jalani prosesnya, ikhtiarkan yang
baik. Selebihnya serahkan kepada Tuhan yang menentukan hasilnya.
Pada akhirnya, ayam yang selalu dalam kandang nggak akan mengerti
bagaimana cara elang terbang di angkasa. Bagaimana cara elang berhasil
menghadapi bahaya-bahaya yag dihadapinya? Maka jangan meminta izin untuk terbang
karena sayap itu milik kita dan langit bukan milik siapa-siapa.
Biar bagaimana pun, orang lain nggak akan membantumu kecuali diri kita
sendiri yang melakukannya. Salam literasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar