Sabtu, 15 Februari 2020

4 Cara Gampang Sumbang Buku ke Taman Bacaan Lentera Pustaka


Saya tidak tahu namanya. Seseorang hanya mengirim WA dan bertanya "Apakah ini TBM Lentera Pustaka?". Saya jawab iya. Lalu beliau minta alamat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang saya dirikan di Kampung Warung Loa di Kaki Gn. Salak Bogor. Maka alamat pun saya berikan.

Tidak disangka dan tidak diduga. Ternyata, beliau pagi ini mengantar "5 dus donasi buku cerita" untuk 60 anak-anak pembaca aktif di TBM Lentera Pustaka. Tentu, demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak kampung usia sekolah. Itu hanya cara sederhana untuk menyumbang buku k taman bacaan.

Memang sejak 3 tahun lalu, tepatnya 5 November 2017, saya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka. Tujuan utamanya adalah untuk meredam angka putus sekolah di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor yang tergolong tinggi, mencapai 81% hanya di level SD. Maka saya menempuhnya dengan mendirikan taman bacaan di garasi rumah yang tadinya saya gunakan untik istiraha tiap week end. Namun karena anak-anak saya sudah besar dan jarang dikunjungi, di situlah niatan membangun TBM Lentera Pustaka berlangsung. Hanya ingin mengubah “mind set” anak-anak melalui buku bacaan. Agar tetap sekolah, sekaligus membangun tradisi baca.

Karena di mata anak-anak, semakin rajin baca maka anak akan semakin semangat belajar. Sehingga terhindar dari putus sekolah. Dan Alhamdulillah, hingga kini mereka tetap sekolah dan hebatnya mampu membaca 5-8 buku per minggu. Seminggu 3 kali, tiap rabu sore – Jumat sore – Minggu pagi, anak-anak di kampung itu selalu membaca. Padahal sebelumnya ad ataman bacaan, sama sekali mereka tidak punya tradisi baca.


Seiring waktu berjalan, sungguh saya terus bersyukur. Selalu saja ada orang-orang yang peduli dan baik hati di lingkaran taman bacaan ini. Seperti Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) dan Asosiasi DPLK (ADPLK) yang pada tahun 2020 ini menjadi sponsor CSR Korporasi untuk membantu program membaca anak-anak, program literasi keuangan, dan membantu biaya operasional taman bacaan Lentera Pustaka. Karena di TBM Lentera Pustaka, ada 4 tenaga honor (2 petugas baca dan 2 petugas pendukung). Saya berharap, taman bacaan Lentera Pustaka bisa jadi ladang amal dan berkah buat semua pihak yang peduli.

Lalu, bagaimana cara menyumbang buku ke taman bacaan?
Mudah saja. Karena buku adalah jendela ilmua pengetahuan. Maka buku baru atau buku bekas asal masih layak baca, tentu dapat disumbangkan oleh siapapun. Maka cara menyumbang buku ke taman bacaan adalah sebagai berikut:
1.      Kumpulkan saja buku baru atau buku bekas layak baca yang ada di rumah atau di komunitas Anda.
2.      Jangan lupa, buku yang dikumpulkan adalah buku-buku a) buku cerita sejarah atau dongeng, b) buku bacaan anak-anak usia sekolah, c) buku ensiklopedia, d) buku umum sperti motivasi, sejarah, agama, dan sebagainya. Asal jangan buku pelajaran sekolah.
3.      Setelah buku terkumpul silakan cari taman bacaan di sekitar tempat tinggal Anda, lalu hubungi pengurus-nya dan buatlah jadwal penyerahan sumbangan buku.
4.      Terakhir, penyerahan buku di taman bacaan sambil foto-foto dan bertanya lebih jauh tentang taman bacaan tersebut.
Jadi mudah kan untuk menyumbang buku ke taman bacaan? Asal punya kepedulian, punya kepekaan sosial. Siapapun bisa menyumbang buku ke taman bacaan.

Nah, salah satu taman bacaan yang menerima sumbang buku adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Ini taman bacaan yang dikenal unik dan kreatif karena menerapkan model “TBM Edutainment” seperti ada senam siletasi, salam literasi, doa literasi, membaca bersuara, laboratorium baca tiap minggu, event bulanan, dan jajanan keliling gratis.

Lokasi TBM Lentera Pustaka berada Jl. Masjid Nurul Iman No. 77 RT 02/12 Kampung Warung Loa Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab Bogor 16610. Taman bacaan ini didirikan oleh Syarifudin Yunus, seorang pegiat literasi dan Dosen Universitas Indraprasta PGRI Jakarta yang kini tengah menyelesaikan studi S3-Program Doktor Manajemen Pendidikan di Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor.

Silakan googling TBM Lentera Pustaka, banyak aktivitas menarik di taman bacaan ini. Bahkan TBM Lentera Pustaka sering menjadi narasumber di DAAI TV dan TV Parlemen untuk topik “gerakan literasi”. Jadi, menyumbang buku ke TBM Lentera Pustaka pun tidak masalah. Silakan menyumbang buku bacaan. Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah. Apalagi di tengah gempuran era digital seperti sekarang.

Intinya, siapapun boleh jadi apapun. Siapapun boleh jadi apa saja yang hebat-hebat. Punya pangkat, punya jabatan. Bahkan punya gaya hidup dan status sosial yang keren. Tapi tanpa rasa peduli dan sikap mau berbagi, itu hanya sia-sia belaka. Karena manusia, bukan atas apa yang dimiliki tapi atas apa yang diberikan buat orang lain.

Percayalah, orang-orang peduli itu kian banyak. Bahkan mulai tahun 2020 ini, saya tadinya setiap Minggu ada dan ke TBM Lentera Pustaka untuk membimbing anak-anak laboratorium baca dan mengajar ibu-ibu buta aksara dalam program GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA). Tapi sekarang, cukup 2 minggu sekali saja. Karena tiap 2 minggu pula ada relawan dari para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Faperta IPB yang akan hadir untuk  membimbing anak-anak baca dan mengajar ibu-ibu buta aksara. Saling bergantian, antara saya dan mahasiswa BEM Faperta IPB. Mereka anak-anak muda yang peduli.

Hari gini, jangan lagi sumbangan hanya sebatas pikiran atau niatan. Ubah niat baik jadi aksi nyata. Sekalipun hanya menyumbang buku bacan ke taman bacaan.

Terima kasih kepada hamba Allah yang saya tidak kenal di foto ini dan seluruh pihak yang telah peduli pada TBM Lentera Pustaka selama ini. Ini warisan kita semua, saat nanti "pulang" ke hadirat-Nya ... Wallahu a'lam. Jadilah orang peduli #OrangPeduli #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen


Tidak ada komentar:

Posting Komentar