Masa pensiun sering kali jadi momok bagi banyak pekerja. Bukan karena rambut yang memutih, bukan pula karena fisik yang mulai lemah. Tapi karena gaji tidak ada lagi, karena penghasilan rutin tidak diterima lagi. Sama sekali tidak siap untuk berhenti bekerja atau pensiun. Karenanya, masa pensiun memang penting untuk dipersiapkan sejak dini.
Pensiun serem
bukan karena usia. Tapi karena tidak punya gaji lagi atau karena cashflow
berantakan. Siapapun saat masih bekerja, banyak masalah bisa diselesaikan saat
tanggal gajian tiba. Bayar cicilan? Ada gaji. Tagihan datang? Ada gaji.
Kebutuhan mendadak? Ada gaji. Anak butuh bantuan? Ada gaji. Kita sering tidak sadar
tenangnya hidup itu saat selalu ada pemasukan yang rutin tiap bulan. Hingga suatu
haru, masa pensiun tiba, semuanya berhenti. Tidak ada lagi sumber pemasukan. Gaji
yang tadinya rutin setiap bulan, kini tidak lagi ada. Dan untuk pertama
kalinya, mulai menghitung lebih sering daripada biasanya.
Bukan karena
kurang bersyukur, tapi karena hidup tetap berjalan. Harga kebutuhan naik, kesehatan
makin tambah usia makin perlu perhatian lebih. Keluarga kadang masih butuh
bantuan. Ironisnya., masa pensiun pasti akan tiba. Tapi masih cukup banyak yang
tidak mempersiapkan kehidupan setelah pensiun dengan baik. Kita sibuk
menghitung kapan berhenti bekerja, tapi lupa menyiapkan bagaimana uang bisa
terus bekerja untuk kita di masa pensiun? Kita sering lupa untuk Bersiap pensiun.
Ternyata, masa
pensiun yang tenang bukan tentang punya uang paling banyak. Tapi tentang punya
arus kas yang cukup untuk menjalani hidup tanpa rasa cemas setiap hari. Tetap
punya kesinambungan penghasilan sehingga cashflow tidak berantakan. Tetap
mandiri secara finansial di hari tua, tanpa bergantung pada anak atau keluarga.
Tenang dan sejahtera di massa pensiun memang sangat mahal nilainya di hari tua.
Kabar
baiknya bagi pekerja, selama masih diberi kesehatan, masih mau belajar, dan
masih mau bergerak. Selalu ada peluang untuk memperbaiki keadaan. Mungkin bukan
dengan bekerja lebih keras tapi untuk berpikir lebih bijak. Masa pensiun memang
harus dipersiapkan sejak dini. Mumpung masih ada waktu, mumpung masih punya
gaji. Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin
melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).
Kuncinya bukan pada besarnya iuran, melainkan pada konsistensi dan waktu
memulai. Semakin muda seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar
manfaat pensiun yang akan diperolehnya.
Tentu saja di
era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital. DPLK yang
menyediakan pendaftaran secara online, bisa mengubah arahan investasi, bahkan
mencairkan manfaat pensiun secara online.
DPLK yang memberi kemudahan akses untuk punya DPLK, di samping transparan
dan layanannya cepat. Sehingga peserta DPLK bisa terlibat aktif dalam
mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Bisa memantau akumulasi dananya kapan
saja dan di mana saja? DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi
“SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen
memberi kemudahan akses pekerja (formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di
DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp.
50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).
DPLK SAM merupakan DPLK
pertama yang berasal dari manajer investasi di Indonesia dan berbasis digital.
Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu
(pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program
Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran
Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan
dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online
baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan
akses pekerja/individu memiliki program DPLK.
Jadi, pensiun serem bukan
karena usia. Tapi karena tidak punya gaji lagi atau karena cashflow berantakan.
Maka mulailah untuk siapman masa pensiun kita sendiri. Rapikan pengeluaran, pahami
ke mana uang pergi? Dan mulai sisihkan sebagian untuk hari tua melalui DPLK. Dan
jangan pernah merasa terlambat untuk siapkan masa pensiun sendiri.
#YukSiapkanPensiun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar