"Setiap cerita adalah cermin dan setiap makna adalah pelita…".
Begitu kutipan di cover buku Kumpulan
cerpen "Secangkir Cerita Sejuta Makna" karya bersama mahasiswa semester
6 PBSI FBS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang diluncurkan di Kampus
Unindra (16/5/2026). Dibimbing langsung dosen pengampu mata kuliah Menulis
Kreatif, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd., kumpulan cerpen yang mengangkat tema
pengalaman nyata ini melibatkan 94 mahasiswa penulis yang dikomandoi oleh Eneng
Herawati, dkk (X6A) dan Septiyan Darma Bahari, dkk (X6B) sebagai bukti
mahasiswa melakukan praktik menulis dari perkuliahan.
Buku fiksi setebal 423
halaman terbitan LovRinz Publishing ini merupakan bagian dari proses menulis
kreatif yang dialami mahasiswa secara langsung, selama kuliah. Sebagai bukti
proses dalam mempelajari, mencipta, dan menerbitkan karyanya sendiri. Mahasiswa
yang diajarkan bahwa belajar sastra harus dimulai dan berakhir dari yang
tertulis. Antologi cerpen ini memberi pesan pentingnya pengalaman hidup yang
menghadirkan potongan-potongan kisah sederhana, namun sarat pelajaran hidup. Bahwa
makna hidup sering kali justru ditemukan dalam hal-hal kecil seperti percakapan
singkat, keputusan sederhana, atau momen yang terkesan sepele. Setiap
pengalaman, baik bahagia maupun pahit, membawa pelajaran yang membentuk cara
pandang kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Seperti tertuang dalam
Kumpulan cerpen “Secangkir Cerita Sejuta Makna”, karena setiap cerita adalah
cermin dan setiap makna adalah pelita.
“Kami senang karena bisa menulis
cerpen hingga diterbitkan menjadi buku. Kami bangga dan ke depan bertekad untuk
terus melatih menulis” ujar M. Syarif, mahasiswa 6XA.
“Senang bisa menerbitkan buku
Kumpulan cerpen sambil kuliah, terima kasih banget untuk Pak Syarif sebagai
dosen pengampu mata kuliah menulis kreatif” kata Vika Irvanda, mahasiswa X6B.
Melalui lembaran-lembaran cerita
dalam kumpulan cerpen ini, pembaca akan menemukan cerita-cerita pendek versi
mahasiswa tentang pengalaman hidup, perjuangan, kenangan, bahkan kegelisahan.
Sebagai bukti, sebenarnya kita sedang berjuang dan berjalan di jalur yang sama,
untuk merangkul labirin perasaan ke dalam bentuk cerpen. Hingga tahu bagaimana
cara tetap hidup berdampingan dengan pengalaman nyata. Agar tetap waras dan
sehat lagi berdaya.
"Antologi cerpen
Secangkir Cerita Sejuta Makna ini adalah karya fiksi yang ditulis mahasiswa
Unindra dari pengalaman hidupnya. Manis atau pahit kisahnya, mereka tuangkan ke
dalam cerpen. Dan setiap cerita bisa jadi pelita setelah dituliskan. Buku ini
keren, karena sambil kuliah menulis kreatif, para mahasiswa mampu praktik menulis
secara konkret" ujar Syarifudin Yunus, dosen pengampu Menulis Kreatif
Unindra saat peluncuran buku hari ini.
Selain berkisah melalui
cerpen, para mahasiswa begitu antusias karena buku antologi cerpen ini menjadi
buku pertama yang diterbitkan selama kuliah. Sebuah cerpen yang disajikan
dengan cara yang berbeda, yang menekankan bahwa menulis adalah perbuatan bukan
pelajaran. Antologi cerpen ini diharapkan dapat menjadi "obat" untuk
mengembalikan rasa, pikir dan perilaku dalam menyikapi setiap pengalaman hidup,
semanis atau sepahit apapun. #KuliahMenulisKreatif #UnindraKeren #CukstawCerpen


Tidak ada komentar:
Posting Komentar