Kalau tidak dihargai, berhenti memohon untuk dipilih. Kalau dizolimi, tidak perlu dibalas. Cukup diam saja. Kalau difitnah, tidak perlu diklarifikasi karena risiko akan ditanggung oleh yang terlibat dalam fitnahan itu. Begitulah sikap yang literat!
Kalau ditinggalkan, nggak
usah sibuk mencari dan biarkan mereka pergi. Kalau dokhianati, nggak perlu
dibalas. Biarkan dia menuai apa yang dia lakukan sendiri. Dan kalau disakiti,
jangan pernah membalas untuk menyakiti. Begitulah sikap yang literat!
Lebih baik fokus pada hidup
kita sendiri. Terulah memperbaiki diri dan ikhtiar yang baik. Kalau sebuah
tempat bikin kita selalu dikecewakan dan membuat luka. Berarti ada yang nggak
beres sama lingkungan itu. Pasang batas atau cut off saja. Jauhi lingkungan
yang toxic.
Kalau setiap hari hidup kita
penuh resah, jangan dipendam. Cari akar masalahnya dan selesaikan. Bila tidak
mampu, cukup diam dan serahkan kepada-Nya.
Intinya, apapun yang baik
untuk kesehatan maka tinggalkan pelan-pelan, jaga kesehatan bukan hanya
memelihara pola makan atau fisik semata. Tapi juga menjauhi lingkungan toxic
dan menjaga mental yang sehat. Jangan sakiti diri sendiri dengan bergaul pada
orang-orang yang salah.
Caranya bagaimana? Salah
satunya mengabdi di taman bacaan, Berbuat baik dan menebar manfaat kepada orang
lain melalu aktivitas sosial di taman bacaan masyarakat. Seperti yang dilakukan
relawan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.
(1).jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar