Rabu, 20 Mei 2026

Kalau Dizolimi Tidak Perlu Dibalas

Kalau tidak dihargai, berhenti memohon untuk dipilih. Kalau dizolimi, tidak perlu dibalas. Cukup diam saja. Kalau difitnah, tidak perlu diklarifikasi karena risiko akan ditanggung oleh yang terlibat dalam fitnahan itu. Begitulah sikap yang literat!

 

Kalau ditinggalkan, nggak usah sibuk mencari dan biarkan mereka pergi. Kalau dokhianati, nggak perlu dibalas. Biarkan dia menuai apa yang dia lakukan sendiri. Dan kalau disakiti, jangan pernah membalas untuk menyakiti. Begitulah sikap yang literat!

 

Lebih baik fokus pada hidup kita sendiri. Terulah memperbaiki diri dan ikhtiar yang baik. Kalau sebuah tempat bikin kita selalu dikecewakan dan membuat luka. Berarti ada yang nggak beres sama lingkungan itu. Pasang batas atau cut off saja. Jauhi lingkungan yang toxic.

 

Kalau setiap hari hidup kita penuh resah, jangan dipendam. Cari akar masalahnya dan selesaikan. Bila tidak mampu, cukup diam dan serahkan kepada-Nya.

 


Intinya, apapun yang baik untuk kesehatan maka tinggalkan pelan-pelan, jaga kesehatan bukan hanya memelihara pola makan atau fisik semata. Tapi juga menjauhi lingkungan toxic dan menjaga mental yang sehat. Jangan sakiti diri sendiri dengan bergaul pada orang-orang yang salah.

 

Caranya bagaimana? Salah satunya mengabdi di taman bacaan, Berbuat baik dan menebar manfaat kepada orang lain melalu aktivitas sosial di taman bacaan masyarakat. Seperti yang dilakukan relawan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar