Kamis, 21 Mei 2026

Ini 13 Tanda Pekerja Udah Muak di Kantor, Pengen Resign?

Ada kawan yang dikenal sebagai pekerja loyal. Berdedikasi untuk tempat kerjanya, Sudah 12 tahun lebih dia bekerja. Nggak neko-neko di kantor. Tiap awal tahun naik gaji, alhamdulillah katanya. Tapi bila nggak naik pun dia nggak banyak menuntut. Tipe pekerja yang ideal banget untuk kantor. Nggak banyak drama, nggak punya politik. Baginya, kerja ya kerja.

 

Tapi kemarin, saat ngopi bareng, dia muali berkeluh-kesah tentang kondisi kantor dan pekerjaannya. Ada yang berubah. Bos-nya “orang baru”. Meeting bisa sampai 3-4 kali seminggu. Aroma geng-gengan di bagiannya mulai terasa. Dia mulai merasakan suasana yang nggak nyaman di kantor. Mulai malas berangkat ke kantor. Dan katanya, mulai merasakan Lelah bekerja.

 

Dia mengeluh, “gue udah mulai malas kerja nih. Elo ada saran nggak?”

“Saran apa?” tanya saya.

“Kantor udah nggak enak, kira-kira gue harus ngapain ya?” katanya.

 

Saya mulai berpikir. Cari jawaban yang bisa diterima dia. Dan akhirnya, saya kasih tahu ke dia. Kondisi kantor nggak nyaman itu bisa terjadi kapan saja, tergantung car akita menyikapinya. Tapi kalau mau jujur,, seorang pekerja itu sudah mulai muak sama kondisi kantor bukan tanpa sebab.

 

Jadi, saya coba kasih tahu nih ya. Siapapun pekerjanya, seperti kawan saya itu, asal sudah merasakan kondisi kerja kayak begini, yah biasanya sudah tinggal tunggu waktu untuk resign atau cabut dari kantornya.

 

1.       Sudah mulai nggak peduli sama pekerjaan

2.       Tiap pada WA urusan kantor sudah mulai gelisah, bukan semangat

3.       Tiap Senin pagi terasa malas dan berat

4.       Bangun pagi rasanya kayak mau perang

5.       Mulai berpikir “kok kerja dan hidup gue begini aja”

6.       Pujian atasan sudah nggak berpengaruh

7.       Mulai jaga energi dan batasan dengan rekan kerja

8.       Mulai berasa di kantor banyak drama

9.       Diam-diam sudah mulai cari peluang untuk pindah kerja

10.    Ada rasa lega setiap kali bayangin resign

11.    Mulai sadar kesehatan fisik dan mental lebih penting

12.    Mulai nggak tertarik sama urusan pekerjaan dan kantor.

13.    Gampang emosi di kantor

 

Jadi, kalau salah satu atau lebih sudah mulai terasa di pekerja. Itu tanda sudah terassa lelah banget bekerja. Omongan urusan kantor yang keluar hanya keluh-kesah dan perasaan nggak nyaman. Mulai nggak nyaman berada di kantor. Bila itu terjadi, berarti tinggal nunggu waktu untuk resign atau cabut dari kantor. Buat si pekerja, urusan kantor “sudah selesai”, terserah mau gimana?

 


Faktanya, banyak pekerja nggak menyadari kondisinya sendiri, Terkadang, tanda kita harus pergi dan meninggalkan kantor nggak harus dari logika. Justru, seringnya datang dari perasaan. Dari kondisi nggak nyaman saat bekerja dan ada di kantor. Dan penting diketahui, kondisi kerja yang begitu sama sekali nggak sehat. Baik untuk fisik maupun mental.

 

Lalu, kawan saya pun bertanya, “apa gue harus resign dari kantor?”

Wah kalau soal itu agak susah jawabnya. Tergantung, si pekerja sudah punya tabungan yang cukup atau belum untuk resign. Kan nggak ada gaji lagi kalau berhenti kerja. Apalagi kalau belum dapat tempat kerja baru untuk pindah? Karena yang saya tahu, banyak pekerja “terpaka” tetap bekerja sekalipun di kantor yang sudah nggak nyaman. Karena yang penting masih dapat gaji, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menfakahi keluarganya.

 

Jadi, jangan gegabah soal kerjaan. Lebih baik mikir, untuk mulai menabung untuk masa-masa nggak kerja lagi. Entah karena resign, PHK atau pensiun. Makanya, mulai sisihakn gaji untuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Biar siap saat mau berhenti bekerja.

 

Jangan gedein gaya hidup. Tapi besarin iuran untuk dana pensiun. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar