Ada kawan yang dikenal sebagai pekerja loyal. Berdedikasi untuk tempat kerjanya, Sudah 12 tahun lebih dia bekerja. Nggak neko-neko di kantor. Tiap awal tahun naik gaji, alhamdulillah katanya. Tapi bila nggak naik pun dia nggak banyak menuntut. Tipe pekerja yang ideal banget untuk kantor. Nggak banyak drama, nggak punya politik. Baginya, kerja ya kerja.
Tapi kemarin, saat ngopi
bareng, dia muali berkeluh-kesah tentang kondisi kantor dan pekerjaannya. Ada
yang berubah. Bos-nya “orang baru”. Meeting bisa sampai 3-4 kali seminggu. Aroma
geng-gengan di bagiannya mulai terasa. Dia mulai merasakan suasana yang nggak
nyaman di kantor. Mulai malas berangkat ke kantor. Dan katanya, mulai merasakan
Lelah bekerja.
Dia mengeluh, “gue udah mulai
malas kerja nih. Elo ada saran nggak?”
“Saran apa?” tanya saya.
“Kantor udah nggak enak,
kira-kira gue harus ngapain ya?” katanya.
Saya mulai berpikir. Cari
jawaban yang bisa diterima dia. Dan akhirnya, saya kasih tahu ke dia. Kondisi
kantor nggak nyaman itu bisa terjadi kapan saja, tergantung car akita menyikapinya.
Tapi kalau mau jujur,, seorang pekerja itu sudah mulai muak sama kondisi kantor
bukan tanpa sebab.
Jadi, saya coba kasih tahu nih
ya. Siapapun pekerjanya, seperti kawan saya itu, asal sudah merasakan kondisi
kerja kayak begini, yah biasanya sudah tinggal tunggu waktu untuk resign atau cabut
dari kantornya.
1.
Sudah mulai nggak peduli sama pekerjaan
2.
Tiap pada WA urusan kantor sudah mulai gelisah, bukan semangat
3.
Tiap Senin pagi terasa malas dan berat
4.
Bangun pagi rasanya kayak mau perang
5.
Mulai berpikir “kok kerja dan hidup gue begini aja”
6.
Pujian atasan sudah nggak berpengaruh
7.
Mulai jaga energi dan batasan dengan rekan kerja
8.
Mulai berasa di kantor banyak drama
9.
Diam-diam sudah mulai cari peluang untuk pindah kerja
10.
Ada rasa lega setiap kali bayangin resign
11.
Mulai sadar kesehatan fisik dan mental lebih penting
12.
Mulai nggak tertarik sama urusan pekerjaan dan kantor.
13.
Gampang emosi di kantor
Jadi, kalau salah satu atau lebih
sudah mulai terasa di pekerja. Itu tanda sudah terassa lelah banget bekerja. Omongan
urusan kantor yang keluar hanya keluh-kesah dan perasaan nggak nyaman. Mulai nggak
nyaman berada di kantor. Bila itu terjadi, berarti tinggal nunggu waktu untuk
resign atau cabut dari kantor. Buat si pekerja, urusan kantor “sudah selesai”,
terserah mau gimana?
Faktanya, banyak pekerja nggak
menyadari kondisinya sendiri, Terkadang, tanda kita harus pergi dan meninggalkan
kantor nggak harus dari logika. Justru, seringnya datang dari perasaan. Dari kondisi
nggak nyaman saat bekerja dan ada di kantor. Dan penting diketahui, kondisi
kerja yang begitu sama sekali nggak sehat. Baik untuk fisik maupun mental.
Lalu, kawan saya pun bertanya, “apa
gue harus resign dari kantor?”
Wah kalau soal itu agak susah
jawabnya. Tergantung, si pekerja sudah punya tabungan yang cukup atau belum
untuk resign. Kan nggak ada gaji lagi kalau berhenti kerja. Apalagi kalau belum
dapat tempat kerja baru untuk pindah? Karena yang saya tahu, banyak pekerja “terpaka”
tetap bekerja sekalipun di kantor yang sudah nggak nyaman. Karena yang penting
masih dapat gaji, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menfakahi keluarganya.
Jadi, jangan gegabah soal
kerjaan. Lebih baik mikir, untuk mulai menabung untuk masa-masa nggak kerja
lagi. Entah karena resign, PHK atau pensiun. Makanya, mulai sisihakn gaji untuk
DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Biar siap saat mau berhenti bekerja.
Jangan gedein gaya hidup. Tapi
besarin iuran untuk dana pensiun. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar