Sabtu, 02 Mei 2026

8 Tipe Teman yang Dihindari di Taman Bacaan

Siapapun di keseharian, kita bisa bertemu dengan banyak orang. Beberapa di antaranya bisa menjadi teman. Tapi sebagian lain mungkin tidak pantas dijadikan teman. Sebab, berteman itu harus menyehatkan dan bermanfaat. Jangan sampai berteman tapi tidak ada manfaatnya.

 

Saat membimbing anak-anak pembaca aktif di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, salah satu nasihat yang disampaikan adalah pentingnya memilih teman. Nasihat literasi tentang bagaimana memilih teman. Maka ada tipe-tipe orang yang tidak layak dijadikan teman, karena lebih banyak meimbulkan kerugian daripada manfaat. Agar tidak merusak kebiasaan membaca anak-anak. Beberapa tipe orang yang tidak pantas dijadikan teman:

1.   Tukang mengeluh. Teman yang kerjanya mengeluh sebagai kebiasaan sehari-hari. Bawannya pikiran negatif terus sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental jadi lebih buruk. Nenghabiskan waktu dengan teman yang hanya mengeluh, pasti menguras energi.

2.   Teman yang bertepuk sebelah tangan. Taman yang hanya ada di kala senang, sementara di saat susah menghilang. Bertemann itu harus saling memberi dan menerima di semua keadaan.

3. Tukang drama. Selalu ada teman yang kerjanya bermain drama, hal sepele dipersoalkan tanpa henti. Kepribadiannya cenderung mencari konflik untuk mendapat perhatian dan pengakuan.

4. Merasa bersaing. Semua hal dipandang seperti kontes dan maunya bersaing terus. Teman yang selalu ingin unggul dari yang lain. Teman yang bikin stress.



5. Penyebar gosip. Kerjanya membongkar rahasia bahkan menebar aib temannya sendiri. Doyan bergosip dan membuang waktu. Tidak tahu banyak tapi bicara banyak. Teman yang jadi sebab kecemasan dan ketidakpercayaan.

6. Teman yang egois. Teman yang maunya menang sendiri dan anti timbal balik. Teman yang susah menghargai orang lain.

7. Pengaruh negatif. Teman yang kerjanya berpikir buruk dan auranya jelek. Teman yang bikin tidak nyaman.

8. Teman yang hanya ada saat senang. Teman yang oportunis, hadirya hanya di saat-saat senang tapi menghilang ketika keadaan menjadi sulit.

 

Jadi, kalau ada orang mengaku teman tapi gayanya seperti di atas lebih baik tinggalkan dan hindari. Tidak usah berteman dan lebih baik lanjutkan membaca buku. Salam literasi!

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar