Siapapun di keseharian, kita bisa bertemu dengan banyak orang. Beberapa di antaranya bisa menjadi teman. Tapi sebagian lain mungkin tidak pantas dijadikan teman. Sebab, berteman itu harus menyehatkan dan bermanfaat. Jangan sampai berteman tapi tidak ada manfaatnya.
Saat membimbing anak-anak
pembaca aktif di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, salah satu
nasihat yang disampaikan adalah pentingnya memilih teman. Nasihat literasi
tentang bagaimana memilih teman. Maka ada tipe-tipe orang yang tidak layak dijadikan
teman, karena lebih banyak meimbulkan kerugian daripada manfaat. Agar tidak
merusak kebiasaan membaca anak-anak. Beberapa tipe orang yang tidak pantas
dijadikan teman:
1.
Tukang
mengeluh. Teman yang kerjanya mengeluh sebagai kebiasaan sehari-hari. Bawannya
pikiran negatif terus sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental jadi lebih
buruk. Nenghabiskan waktu dengan teman yang hanya mengeluh, pasti menguras
energi.
2.
Teman
yang bertepuk sebelah tangan. Taman yang hanya ada di kala senang, sementara di
saat susah menghilang. Bertemann itu harus saling memberi dan menerima di semua
keadaan.
3. Tukang drama. Selalu ada teman yang
kerjanya bermain drama, hal sepele dipersoalkan tanpa henti. Kepribadiannya cenderung
mencari konflik untuk mendapat perhatian dan pengakuan.
4. Merasa bersaing. Semua hal dipandang
seperti kontes dan maunya bersaing terus. Teman yang selalu ingin unggul dari
yang lain. Teman yang bikin stress.
5. Penyebar gosip. Kerjanya membongkar
rahasia bahkan menebar aib temannya sendiri. Doyan bergosip dan membuang waktu.
Tidak tahu banyak tapi bicara banyak. Teman yang jadi sebab kecemasan dan
ketidakpercayaan.
6. Teman yang egois. Teman yang maunya
menang sendiri dan anti timbal balik. Teman yang susah menghargai orang lain.
7. Pengaruh negatif. Teman yang kerjanya berpikir
buruk dan auranya jelek. Teman yang bikin tidak nyaman.
8. Teman yang hanya ada saat senang. Teman
yang oportunis, hadirya hanya di saat-saat senang tapi menghilang ketika
keadaan menjadi sulit.
Jadi, kalau ada orang mengaku
teman tapi gayanya seperti di atas lebih baik tinggalkan dan hindari. Tidak
usah berteman dan lebih baik lanjutkan membaca buku. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar