Apa sih substansi kuliah menulis kreatif? Singkatnya, menulis kreatif adalah menulis untuk sastra dengan cara yang beda. Entah menulis puisi, menulis cerpen, menulis novel atau naskah drama sekalipun. Menulis kreatif bukanlah menulis ilmiah, karenya dibutuhkan imajinasi yang kuat sebagai landasan menulis kreatif.
Saat kuliah perdana semester gasal tahun 2026 ini (7/3/2026), sebagai
dosen pengampu kuliah menulis kreatif di semester 6 Prodi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia FBS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), saya menekankan substansi
kuliah menulis kreatif adalah mempelajari cara menuangkan ide, perasaan, dan
pengalaman menjadi tulisan yang menarik, imajinatif, dan bermakna. Mata kuliah
ini tidak hanya mengajarkan teori menulis, tetapi juga melatih kreativitas,
teknik bercerita, dan kemampuan berekspresi melalui bahasa.
Menulis kreatif bukan hanya proses menulis berbasis daya cipta dan
imajinasi. Tapi menulis kreatif adalah proses untuk membangun kemauan menulis.
Menulis untuk berkarya. Itu berarti, menulis kreatif tidak cukup hanya
dipahami. Tapi lebih dari itu, menulis kreatif sangat membutuhkan kompetensi.
Seseorang yang kompeten atau mampu menuangkan ide dan gagassan secara tertulis
dengan baik dan menarik.
Menulis kreatif dapat disebut menulis dengan cara beda. Cara “beda”
inilah yang menjadi kekuatan utama menulis kreatif. Setidaknya ada 4 (empat)
ciri pembeda karya menulis kreatif, yaitu 1) pikirannya yang beda dalam
menghasilkan karya, 2) perilakunya yang beda di saat menulis, 3) batinnya yang
beda jadi latar bekakang lahirnya sebuah tulisan, dan 4) karya dari menulis
kreatif yang memang beda dari lainnya.
Melalui kuliah menulis kreatif, nantinya mahasiswa PBSI Unindra
dibimbing untuk menulis secara kreatif, lalu dipublikasikan dalam bentuk buku
atau jurnal. Sebagai cerminan menulis adalah yang tersurat, bukan yang
tersirat. Menulis kreatif sebagai perbuatan, bukan Pelajaran semata. Selamat
menulis kreatif!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar