Masalah memang selalu ada, apalagi di dunia yang fana. Tapi sayangnya, banyak masalah disebabkan karena ego manusia. Ingin dirinya merasa penting. Seperti serangan AS-Israel ke Iran, karena AS dan Israel ingin dianggap penting di dunia. Trump dan Netanyahu ingin eksis di mata dunia. Maka pertikaian, perdebatan, konflik bahkan perang sekalipun sering kali bermula dari hal yang sederhana: saat seseorang ingin berdiri sedikit lebih tinggi daripada yang lain. Ingin merasa penting.
Ironisnya, semakin keras manusia berusaha menjadi penting maka
semakin jauh dari makna yang sebenarnya. Sikap arogan dan sok penting justru
mengabaikan sisi kemanusiaan. Kepentingan diri yang berlebihan membuat dunia
menjadi penuh suara, tetapi miskin makna. Banyak orang berbicara, tetapi
sedikit yang benar-benar mendengarkan. Bahkan tidak sedikit pemimpin organisasi
yang ingin merasa penting, maka semuanya pengen diatur.
Sebagian besar masalah di dunia itu disebabkan oleh orang-orang
yang ingin merasa penting. Keinginan untuk menjadi penting sering lahir dari
ruang yang sunyi di dalam diri manusia. Ruang yang tidak terisi oleh
pengertian, melainkan oleh kegelisahan. Dari kegelisahan itu tumbuh kebutuhan
untuk diakui, untuk dilihat, untuk didengar lebih keras daripada yang lain. Dan
dari kebutuhan itulah jadi “biang” masalah atau keributan terjadi.
Entah kenapa ada orang ingin merasa penting. Bahkan ingin terlihat
“sok penting”. Bisa jadi, karena orang-orang itu merasa butuh pengakuan. Pengen
mendapat validasi. Merasa ingin dihargai atau diakui. Akibat kurang mendapat
apresiasi, akhirnya ingin tampil dan menunjukkan diri seolah-olah sangat
penting. Sok merasa penting, bisa jadi untuk menutupi rasa tidak percaya dirinya.
Orang-orang insecure, ingin terlihat dominan. Dengan terlihat penting, lalu mencoba
menutupi rasa kurang percaya diri di dalam dirinya.
Lebih dari itu, biasanya sok merasa penting akibat kurangnya
empati sosial. Sehingga tidak sadar kalau sikapnya sering merendahkan orang
lain atau terlalu menonjolkan diri. Manusia memang tidak selalu mencari
kebenaran. Sering kali hanya mencari panggung. Kata-kata diucapkan bukan untuk
menjernihkan pikiran, tetapi untuk menegaskan keberadaan diri.
Bekerja ingin dipuji. Mengatakan sesuatu untuk terlihat besar. Ingin
popular, ingin terkenal bahkan ingin dipandang orang lain. Ingin merasa penting.
Hingga lupa, orang yang merasa pentingg justru tidak akan pernah sebesar yang dibayangkan.
Maka berhentilah untuk merasa penting di mana pun. Sebab, sebagian besar
masalah di dunia itu disebabkan oleh orang-orang yang ingin merasa penting.
Ketahuilah, orang yang benar-benar penting biasanya tidak perlu
menunjukkan bahwa dia penting. Justru orang lain yang akan melihat nilai atau dampaknya.
Tidak usah merasa penting, biasa-biasa saja jauh lebih baik. Salam literasi!

_cropped_processed_by_imagy.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar