Saking asyiknya membaca buku, banyak orang lupa waktu. Jam demi jam, menit demi menit berlaku di balik lembar halaman sebuah buku. Terlalu asyik dengan isi buku, terlalu asyik dengan cerita yang menyentuk. Begiatulah asyiknya orang suka membaca buku. Sebuah kebiasaan langka di tengah era banyak orang berebut ngomong dan ingin populer.
Orang yang suka membaca buku memang aneh. Sementara orang banyak
mencari “panggung”, orang membaca buku justru menepi. Sementara orang senang keramaian,
justru pembaca buku lebih senang tempat
sepi dan tenang. Kenapa begitu? Karena orang yang suka membaca biasanya hara fokus
pada diri sendiri. Mereka terbiasa belajar, berpikir, dan memperbaiki diri dari
apa yang dibaca. Mereka tidak sibuk membandingkan atau mengomentari orang lain,
tetapi lebih tertarik mengembangkan pemahaman, pola pikir, dan tujuan hidupnya
sendiri.
Akibat seringnya membaca buku, seorang pembaca akhirnya tertanam 7
(tujuh) prinsip hidup yang dijunjung tinggi, yaitu:
1.
Enggan bergaul
dengan teman-teman yang tidak memiliki tujuan hidup. Sebab bergaul dengan orang
yang tidak memiliki tujuan hidup sering membuat kita ikut kehilangan arah. Karena
lingkungan sangat memengaruhi cara berpikir dan bertindak. Tanpa visi yang
jelas, percakapan, kebiasaan, dan pilihan hidup cenderung tidak berkembang.
Sebaliknya, berada di sekitar orang yang punya tujuan akan mendorong kita lebih
fokus, termotivasi, dan bertumbuh ke arah yang lebih baik.
2.
Tidak mau membeli
sesuatu yang mahal hanya karena ingin kelihatan gaya. Membeli sesuatu yang
mahal hanya demi terlihat “gaya” sering berujung pada penyesalan, karena
keputusan didorong oleh gengsi, bukan kebutuhan. Gaya hidup sering mengganggu
keuangan dan menjauhkan kita dari tujuan yang lebih penting. Lebih bijak
membeli berdasarkan manfaat dan kemampuan, bukan sekadar untuk terlihat keren.
3.
Menjauh dari orang
yang memandang diri kita lebih rendah. Sebagai sikapd an cara menjaga harga
diri dan kesehatan mental. Lingkungan yang tidak menghargai hanya akan
melemahkan rasa percaya diri. Lebih baik memilih berada di sekitar orang yang
saling menghormati dan saling mendukung untuk bertumbuh.
4.
Enggan terlalu
terbuka tentang hidup kepada orang lain. Karena tidak semua hal dalam hidup
perlu dibagikan ke orang lain. Terlalu terbuka bisa membuat privasi hilang dan
berisiko disalahgunakan. Lebih bijak memilih apa yang dibagikan dan kepada
siapa, agar tetap aman dan menjaga ketenangan diri.
5.
Mengindari
orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan. Ada orang yang mendekat saat butuh, maka
hubungan menjadi tidak sehat dan merugikan. Karenanya, perlu jaga batasan dan memilih
lingkungan yang tulus serta saling menghargai.
6.
Lebih baik
dikatakan pendiam daripada ramah tapi tidak jelas. Lebih baik dikenal sebagai
pendiam tapi jelas sikapnya, daripada ramah ke semua orang tanpa arah yang bisa
disalahartikan. Ketegasan dalam bersikap menjaga batasan dan membuat kita lebih
dihargai.
7.
Fokus pada diri
sendiri untuk mencapai tujuan hidup. Untuk menjaga energi, waktu, dan pikiran
tetap terarah pada tujuan hidup. Tidak mudah terdistraksi oleh hal-hal yang
tidak penting agar lebih cepat berkembang menuju apa yang ingin dicapai.
Bila terbiasa membaca buku, begitulah prinsip hidup yang dipegang
pembaca buku. Memang tidak semua orang mau seperti itu. Tapi di era media sosial
dan digital yang serba instan, prinsip hidup akibat membaca buku bisa jadi
acuan. Agar hidup lebih tenang. Tidak seperti Trump yang aggressor, lebih suka
menyerang orang lain. Jadi, lebih baik membaca buku daripada banyak omong. Salam
literasi!
%20rev.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar