Minggu, 22 Maret 2026

Catatan Literasi: Peta Batin Manusia

Abu al-Hasan al-Shadhili pernah merangkum tentang peta batin manusia. Tentang apa yang merusak, apa yang menjerumuskan, dan apa yang menyelamatkan seorang manusia. Sebagai literasi kehidupan, sebagai pembelajaran ke depan.

 

Penyebab rusaknya akal adalah nafsu. Ketika keinginan dibiarkan menguasai, akal kehilangan kejernihannya. Keputusan tidak lagi didasarkan pada kebenaran, tetapi pada dorongan sesaat. Nafsu sering kali menguasai akal manusia.

 

Penyebab kesengsaraan adalah cinta dunia. Bukan berarti dunia harus ditinggalkan, melainkan peringatan agar tidak terlalu terikat. Ketika hati bergantung pada hal yang fana, maka kian mudah kecewa saat kehilangan. Sengsara karena terlalu cinta dunia.

 

Penyebab fitnah adalah kedengkian. Karena iri hati selau mendorong seseorang melihat orang lain dengan buruk, bahkan memutarbalikkan kebenaran. Dari sinilah banyak konflik bermula. Sering kali fitnah, ghibah dan prasangka buruk lahir dari sifat dengki.

 

Penyebab perpecahan adalah perselisihan. Ego yang tidak dikendalikan akan memperbesar perbedaan hingga merusak persatuan, menghancurkan kebersamaan. Kian banyak orang berselisih untuk urusan sepel dan tidak sepatutnya. Hati-hati soal ini.

 


Namun ada penutupnya yang memberi jalan. Bahwa penyebab keselamatan adalah diam. Diam  bukan pasif, tapi menahan diri dari ucapan yang tidak perlu, menjaga lisan dari menyakiti, dan memberi ruang bagi kebijaksanaan untuk muncul. Diam lebih baik dari apapuan. Jangan bicara bila tidak diminta, apalagi tidak didengarkan.

 

Nasihat literasi ini mengajarkan bahwa sumber kerusakan dan keselamatan sama-sama ada dalam diri manusia. Ketika nafsu, cinta dunia, dan iri hati tidak dikendalikan, hidup menjadi sempit. Namun ketika lisan dijaga dan hati ditenangkan, keselamatan pun mendekat. Pada akhirnya, inilah renungan akan pentingnya mengelola diri dengan sadar. Karena dari situlah arah hidup seseorang ditentukan. Semakin baik atau buruk!

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar