Pak Darto selalu berpikir, “Nanti saja mikirin hari tua. Sekarang masih kuat kerja.” Setiap bulan gajinya habis untuk kebutuhan hari ini. Tidak ada yang disisihkan. Karena menurutnya, masa pensiun masih jauh. Untuk apa mikirin pensiun selagi masih kerja?
Waktu berlalu.
Sebentar lagi pensiun, berhenti dari pekerjaan hari-hari. Tanpa terasa, usia
sudah tidak muda lagi. Tenaga mulai berkurang. Bekerja pun tidak lagi sekuat
dulu. Di titik itu, Pak Darto baru sadar.
Ia tidak tahu pasti seperti apa masa tuanya. Tapi satu hal yang jelas:
ia tetap butuh hidup. Biaya makan tetap ada. Kebutuhan hari-hari harus
dipenuhi. Dan biaya kesehatan harus tersedia. Dan sayangnya, penghasilan tidak
lagi sama. Saat pensiun, gaji sudah tidak ada.
Sementara itu,
temannya, Pak Syarif, memilih jalan berbeda. Sejak muda, ia menyisihkan sedikit
demi sedikit di dana pensiun. Ia menabung di DPLK. Bukan karena ia tahu masa
depan, bukan ingin kaya di hari tua. Tapi Pak Syarif sadar. Masa depan itu tidak
pasti. Akan hidup sampai usia berapa setelah pensiun. Dan gimana kondisi ekonominya
di hari tua nanti? Pak Syarif hanya tahu satu hal: tetap butuh biaya hidup saat tidak lagi
bekerja.
Hari ini, Pak
Syarif memang tidak lebih kaya dari Pak Darto. Bedanya, hari ini Pak Darto kian
gelisah dan makin khawatir akan masa tuanya. Sementara Pak Syarif lebih tenang
dan bisa mengabdikan diri secara sosial di taman bacaan masyarakat. Hari tuanya
dipakai untuk berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama.
Bersiap untuk
masa pensiun, bukan untuk kaya di hari tua. Tapi untuk mempersiapkan diri saat
nanti tidak bekerja lagi. Saat tidak punya gaji lagi. Menabung untuk hari tua
ibarat sedia payung sebelum hujan. Sebab kita tidak tahu, kapan hujan datang? Tapi
kalau sudah siap, kita tidak akan kesulitan. Tidak akan bergantung pada anak
atau orang lain di masa pensiun. Itu saja!
Kita memang
tidak tahu masa depan seperti apa? Tapi justru karena itu, kita perlu
mempersiapkannya. Karena hari tua bukan tentang menebak apa yang terjadii. Tapi
tentang siap menghadapi apa pun yang terjadi. Tetap mampu menjaga standar hidup
di saat tidak bekerja lagi. Kerja Yes, Pensiun Oke.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar