Dulu, hampir setiap hari kita berangkat pagi dan pulang malam. Semua dilakukan demi satu hal sederhana: keluarga cukup. Waktu pun terus berjalan, anak-anak tumbuh dan kian dewasa. Akhirnya, mereka mulai sibuk dengan hidup dan tanggung jawabnya sendiri. Dan di situ, kita belajar satu hal: “cinta juga berarti memberi ruang”.
Setelah puluhan
tahun bekerja, akhirnya kita tiba di satu titik. Harus pensiun. Bukan karena
tua tapi karena aturan yang berlaku di tempat kerja. Harus berhenti bekerja untuk
memberi kesempatan anak muda punya pekerjaan yang layak. Siklus kehidupan yang
tidak bisa dihindari. Ada saat bekerja, ada saat berhenti bekerja.
Sayangnya, banyak
orang mengira pensiun itu akhir dari segalanya. Padahal, pensiun justru awal
menikmati hidup dengan lebih tenang. Kita sudah bekerja puluhan tahun, sangat wajar
kalau nanti ingin tetap nyaman tanpa bergantung pada siapa pun. Menyiapkan
pensiun bukan soal takut jadi beban. Justru ini bekal supaya tetap bisa
menjalani hari-hari seperti biasa, tetap berbagi, dan tetap membahagiakan
keluarga.
Karena pensiun
yang disiapkan dengan baik, bukan beban untuk siapa pun. Tapi bekal untuk
menikmati hidup. Itulah kenapa pensiun perlu disiapkan. Bukan karena takut
kekurangan tapi supaya tetap tenang, tetap mandiri. Karena saat hari pensiun tiba,
bukan beban untuk anak. Tapi bekal untuk menikmati hidup yang sudah kita
perjuangkan semasa bekerja.
Dulu, memang
pensiun terasa masih jauh. Bahkan tidak mendesak. Tapi hari ini, pensiun jadi
penting dipersiapkan. Seperti dulu kita kerja keras untuk membesarkan anak. Dan
kini, biarlah mereka fokus membesarkan masa depannya sendiri.
Sementara kita, tetap fokus menyiapkan pensiun dari sekarang. Supaya nanti
tidak merepotkan anak. Karena pensiun itu bekal, bukan beban #YukSiapkanPensiun
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar