Berbahagialah, siapapun yang masih memiliki ibu. Masih bisa
bercengkrama dengan ibu, bahkan memeluk dan membelai rambutnya. Betapa indahnya
hari-hari ini masih bersama ibu. Sementara banyak orang lain yang hari ini
sudah kehilangan ibu. Hanya bisa meneteskan aor mata ketika mengingat ibu. Ibu
dan ibu ….
Ibu tidak minta diingat, tapi selalu dikenang. Kata-kata itu bukan
hanya menyentuh hati tapi prinsip yang dipegang ibu untuk anak-anaknya. Esensi
kasih sayanga seorang ibu yang sesungguhnya: cinta tanpa syarat dan tanpa
pamrih. Seorang ibu berbuat segala sesuatu karena cinta, bukan untuk dikenang
jasanya. Setiap hal yang yang kita anggap kecil: senyumnya, nasihatnya, doanya,
bahkan pengorbanan yang tidak terlihat melekat dalam diri anak-anaknya.
Kenangan ibu selalu hidup dalam cara kita berbicara, dalam nilai-nilai
yang kita pegang, dan dalam cinta yang kita berikan kepada orang lain hingga
hari ini. Ibu meninggalkan jejak yang tidak memudar, bukan pada batu nisan tapi
pada hati yang dibentuknya. Meskipun waktu berlalu, kehadirannya tetap terasa,
seperti aroma yang tersisa di udara setelah hujan reda: begitu halus,
menghangatkan, dan mengingatkan kita pada sebuah tempat yang disebut
"rumah".
Ibu tidak minta diingat. Sebuah pengakuan bahwa meskipun ibu tidak
memintanya, kenangan itu hadir dengan sendirinya, abadi, sebagai bukti cinta
yang tidak terkatakan dan tidak pernah benar-benar pergi.
Terima kasih Ibu, telah membagikan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih.
Hingga maknanya masih tterasa hingg kini. Maka diamlah sejenak untuk mengenang
Ibu. Terima kasih Ibu, di mana pun engkau berada. Salam literasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar