Kamis, 05 Februari 2026

Ibu Tidak Minta Diingat tapi Selalu Dikenang

 

Berbahagialah, siapapun yang masih memiliki ibu. Masih bisa bercengkrama dengan ibu, bahkan memeluk dan membelai rambutnya. Betapa indahnya hari-hari ini masih bersama ibu. Sementara banyak orang lain yang hari ini sudah kehilangan ibu. Hanya bisa meneteskan aor mata ketika mengingat ibu. Ibu dan ibu ….

 

Ibu tidak minta diingat, tapi selalu dikenang. Kata-kata itu bukan hanya menyentuh hati tapi prinsip yang dipegang ibu untuk anak-anaknya. Esensi kasih sayanga seorang ibu yang sesungguhnya: cinta tanpa syarat dan tanpa pamrih. Seorang ibu berbuat segala sesuatu karena cinta, bukan untuk dikenang jasanya. Setiap hal yang yang kita anggap kecil: senyumnya, nasihatnya, doanya, bahkan pengorbanan yang tidak terlihat melekat dalam diri anak-anaknya.

 

Kenangan ibu selalu hidup dalam cara kita berbicara, dalam nilai-nilai yang kita pegang, dan dalam cinta yang kita berikan kepada orang lain hingga hari ini. Ibu meninggalkan jejak yang tidak memudar, bukan pada batu nisan tapi pada hati yang dibentuknya. Meskipun waktu berlalu, kehadirannya tetap terasa, seperti aroma yang tersisa di udara setelah hujan reda: begitu halus, menghangatkan, dan mengingatkan kita pada sebuah tempat yang disebut "rumah".

 


Ibu tidak minta diingat. Sebuah pengakuan bahwa meskipun ibu tidak memintanya, kenangan itu hadir dengan sendirinya, abadi, sebagai bukti cinta yang tidak terkatakan dan tidak pernah benar-benar pergi.

 

Terima kasih Ibu, telah membagikan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih. Hingga maknanya masih tterasa hingg kini. Maka diamlah sejenak untuk mengenang Ibu. Terima kasih Ibu, di mana pun engkau berada. Salam literasi!

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar