Banyak orang mengukur kesuksesan dari materi atau kinerja. Bahkan tidak
sedikit yang menyebut sukses karena diketahui orang banyak dan dijadikan bahan
diskusi. Katanya succes story. Sharing dan berbagi kisah sukses di mana-mana.
Setelah itu, merasa sudah jadi role model atau motivator. Serem nggak sih zaman
begini?
Apalagi di era media sosial, semua hasil yang baik seakan harus dapat
validasi dari orang lain. Berhasil karena diakui banyak orang. Maka wajar
banyak orang merasa harus memamerkan setiap keberhasilan agar dianggap
berhasil. Merasa perlu memberi tahu, bahwa dia sudah melakukan yang hebat. Apa
iya begitu? Lupa, bahwa tidak semua hal perlu dipamerkan. Tidak semua capaian
layak diumbar.
Sukses atau berhasil itu relatif. Dari mana sudut pandangnya. Dan nilai
sebuah pencapaian sama sekali tidak diukur dari seberapa banyak orang yang
mengetahuinya. Tapi soal komitmen dan konsistensi saja. Seberapa komitmen untuk
fokus pada bidangnya? Seberapa konsisten tindakan atau perilaku untuk
mengerjakannya? Asal tetap komit dan konsisten sudah cukup walau tidak ada yang
mengetahuinya.
Mungkin kita hampir lupa. Sukses atau berhasil yang hakiki sering kali
lahir dari diam. Keberhasilan dalam sepi. Proses dijalani dalam sunyi, kerja
keras tanpa sorotan, dan doa yang tidak dipublikasikan. Semua itu justru
memiliki kekuatan yang lebih dalam. Tetap rendah hati untuk menjaga agar tetap
fokus pada tujuan, bukan pada pujian.
Tanpa pujian tanpa orang tahu, apa yang menjadi komitmennya dijalani.
Sepenuh hati dan menjunjung tinggi privasi sebagai kekuatan terselubung.
Lagi-lagi, tetap komitmen dan konsisten pada jalannya. Tidak perlu semua orang
tahu. Tentang rencana, perjuangan, atau pencapaian kita. Sebab, semakin sedikit
yang tahu, semakin besar peluang kita melangkah tanpa gangguan.
Maka rawatlah komitmen dan konsistensi yang baik, soal apapun. Lakukan
apapun yang baik dan bermanfaat tanpa perlu validasi orang lain. Biarkan nanti
hasil yang berbicara dan waktu yang akan membuktikannya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar