Kegelisahan saat mendekati pensiun adalah fenomena yang sangat manusiawi. Pensiun bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi jadi sebab perubahan besar dalam identitas, ritme hidup, dan keamanan finansial seseorang. Setelah puluhan tahun kerja, ternyata pekerja tetap gelisah saat memasuki usia pensiun.
Apa sebab pekerja
gelisah jelang pensiun? Setelah menanyakan pekerja di Jakarta yang 2-3 tahun lagi
akan pensiun, sebab kegelisahan jelang pensiun terdiri dari:
1. Tidak dapat memberikan dukungan finansial kepada
keluarga lagi karena sudah tidak punya gaji.
2. Ketidak-amanan finansial karena tabungan belum cukup.
3. Menyesal tidak punya rentang waktu yang cukup perencanaan
pensiun
4. Tidak membuat rencana apa pun sebelum pensiun.
5. Khawatir tidak mandiri secara finansial atau
bergantung kepada anak-anak.
Bahkan realitas yang ada
menunjukkan banyak pekerja baru menyusun rencana pensiun dalam dua tahun
sebelum berhenti bekerja.
Kenapa gelisah jelang
pensiun? Tentu, alasan utama terletak pada khawatir akan ketidakpastian finansial.
Banyak pekerja baru berpikir dan bertanya dalam hati apakah tabungannya cukup
untuk hari tua? Berapa lama dana yang dimilikinya akan bertahan? Bagaimana jika
nanti sakit?
Setelah dihitung
sendiri jelang pensiun, sebagian besar pekerja menyatakan program JHT dari BPJS
TK manfaat yang diterima sama sekali tidak cukup untuk mempertahankan standar
hidup. Apalagi manfaatnya diterima secara sekaligus. Karenanya, Menurut pekerja
yang mau pensiun, program pensiun seperti DPLK sangat diperlukan. Sayangnya,
para pekerja yang mau pensiun menyatakan “sudah terlambat” karena waktunya
sebentar lagi akan pensiun.
Akibat tidak siap
pensiun, banyak pekerja jadi gelisah jelasng pensiun. Dan akhirnta, pensiun
dipersepsikan sebagai fase kehilangan penghasilan tetap. Tanpa bisa mempersiapkan
apapun karena waktunya terlambat. Maka siapkanlah dana pensiun sejak dini.
#YukSiapkanPensiun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar