Ada yang bertanya, berapa sih biaya operasional yang dibutuhkan taman bacaan masyarakat (TBM)? Bila mengacu pada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, sepanjang tahun 2025 lalu, biaya operasional yang dihabiskan mencapai Rp. 61,2 juta atau setara Rp. 5,1 juta per bulan. Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata biaya TBM sekitar Rp. 60 juta per tahun. Adapun serapan biaya TBM terdiri dari: 1) Sarana dan Prasarana TBM 10%, 2) Operasional Rutin (Wifi/listrik/air, dsb) 16%, 3) Program dan Kegiatan Literasi 18%, 4) Honorarium/Insentif 24%, 5) Publikasi & Dokumentasi 10%, 6) Administrasi 4%, 7) Pengadaan Koleksi Bahan Bacaan 0%, 8) Biaya lain-lain 7%, dan 9) Biaya Tak Terduga 13%. Artinya, tiga biaya paling besar yang dikeluarkan TBM Lentera Pustaka tahun 2025 adalah honorarium, program – kegiatan literasi, dan operasional rutin seperti listrik, wifi, dan air.
Tentu saja, biaya-biaya tersebut ditanggung dari kas TBM Lentera Pustaka.
Artinya, tidak termasuk biaya-biaya yang muncul akibat adanya kegiatan dari perusahaan,
lembaga atau komunitas. Bila ada event atas inisiatif pihak luar, maka konsekuensi
biaya ditanggung oleh pihak tersebut. TBM Lentera Pustaka hanya menyediakan
tempat dan audiens, sesuai dengan tema event atau kegiatan yang mau dijalankan
pihak luar tersebut, termasuk biaya pembuatan kaos anak-anak pun dari pihak
luar atau donatur.
Biaya honorarium diberikan
kepada wali baca (bukan relawan) yang memang sehari-hari mengelola dan melayani
pengguna layanan. Istilahnya “buka tutup TBM” ada di tangan wali baca. Dan
untuk itu, Pendiri TBM Lentera Pustaka memberikan honor kepada wali baca. Tujuannya untuk menjalankan program utama TBM
dan menjaga keberlanjutan SDM yang mengurusi TBM. Biaya program dan kegiatan literasi
dikeluarkan untuk kegiatan TBM yang membutuhkan biaya seperti event bulanan, bahan
praktik atau media pembelajaran termasuk jajan kampung gratis yang sudah jagi
tradisi di TBM Lentera Pustaka. Biaya ini untuk menghidupkan aktivitas di TBM (karena
TBM harus aktif berkegiatan, bukan hanya tempat baca dan rak buku saja). Biaya
operasional rutin menyangkut bayar listrik, air, wi-fi setiap bulan. Tujuannya
agar TBM tetap berjalan setiap hari setiap minggunya. Menariknya di TBM Lentera
Pusatka tidak ada biaya pengadaan koleksi buku atau bahan bacaan. Karena selama
ini menerima donasi buku yang cukup melimpah. Sepanjang tahun 2025 lalu, TBM Lentera
Pustaka menerima donasi 4.138 buku dari 19 donatur, dengan valuasi mencapi Rp.
103,2 juta. Saat ini TBM Lentera Pustaka memiliki koleksi lebih dari 12.000
buku.
Seian itu, ada pula biaya
lain-lain dan biaya tidak terduga. Biaya lain-lain, prinsipnya sudah
diperkirakan ada, tapi tidak pas dimasukkan ke pos tertentu seperti air minum
tamu, biaya kebersihan, dsb. Sedangkan biaya tidak terduga adalah biaya yang tidak
direncanakan sama sekali, muncul karena kondisi di luar rencana, seperti
sumbangan untuk lingkungan, peralatan rusak, dsb.
Lalu dari mana uang untuk menutupi
biaya operasional TBM? Alhamdulillah, biaya itu semua diperoleh dari sponsor
CSR di TBM Lentera Pustaka sepanjang tahun 2025, yaitu Bank Sinarmas, AAI
Perancis, dan Kopi Lentera. Bila masing-masing Rp. 20-25 juta, maka kebutuhan biaya
bisa tercukupi. Prinsip di TBM Lentera Pustaka, biaya apapun tidak boleh keluar
dari “kantong” pengelola atau relawan. Harus cari sponsor atau penyandang dana,
pengelola atau relawan cukup eksekusi program dan kegiatan literasi di taman
bacaan. Agar benar-benar TBM menjadi jalan pengabdian sosial, tanpa perlu
keluarkan “uang sendiri”. Sudah sosial ditambah mengeluarkan uang sendiri,
bisa-bisa kapok atau mundur perlahan mengabdi di taman bacaan
Alhamdulillah lagi di tahun
2026 ini pun TBM Lentera Pustaka didukung oleh CSR korporasi dari Bank
sinarmas, Chubb Life Insurance, dan AAI Perancis. Sehingga seluruh biaya
operasional dan program sudah tercukupi. TBM Lentera Pustaka tinggal
menjalankan aktivitasnya secara konsisten, sesuai jadwal dan program yang dicanangkan.
Sekalipun taman bacaan
bersifat sosial, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan. Sebab biaya adalah keniscayaan
di taman bacaan. Harus ada dan sangat diperlukan dalam menjalankan aktivitas
dan program literasi. Tentu, besaran biaya setiap TBM berbeda-beda, sesuai
dengan jumlah pengguna layanan dan program yang dijalankan. Secara umum, bila TBM
sederhana setidaknya butuh anggaran sekitar 5–15 juta/tahun, sedangkan TBM yang
aktif dan programatik mencapai 20–50 juta/tahun.
Dan tidak kalah penting,
pengelola TBM juga harus bisa dan pandai mengelola uang. Untuk keberlanjutan
aktivitas taman bacaan ke depannya. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar