Ketika seseorang mencintai dengan sungguh, ada dorongan alami untuk
membenahi diri. Cinta kepada siapa saja, boleh kepada pasangan, keluarga,
maupun kepada sesuatu yang bermakna. Karena cinta secara sadar maupun tidak
sadar mendorong seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dorongan ini
muncul bukan karena paksaan dari luar, melainkan dari kesadaran batin dan
keinginan yang tulus.
Berbenah diri karena cinta, tidak apa dan tidak masalah. Realitas yang
lazim dan alami. Berbenah diri bukan karena tuntutan, tapi karena rasa itu
membuat kita ingin lebih pantas, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab. Karenanya,
cinta perlahan menggeser fokus dari sekadar menerima menjadi keinginan untuk
memberi yang terbaik.
Ikhtiar menjadi lebih baik itu sering terjadi dalam hal-hal kecil. Cara
berbicara yang lebih tenang, sikap yang lebih sabar, pilihan yang lebih
dipikirkan. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat besar, tapi
konsisten. Dan dari situlah kedewasaan tumbuh, tanpa paksaan, tanpa topeng. Menariknya,
ketika diri berubah, sekitar pun ikut bergerak. Hubungan menjadi lebih sehat,
suasana lebih hangat, dan konflik lebih mudah dikelola. Bukan karena dunia
tiba-tiba ramah, tetapi karena kita hadir dengan versi diri yang lebih utuh.
Cinta, pada akhirnya, bukan hanya memperbaiki hubungan, tapi juga memperbaiki
cara kita hidup.
Jadi biarlah, ketika mencintai dengan sungguh, ada dorongan alami untuk
membenahi diri. Mencintai dengan sungguh-sungguh, berarti menerima dan
menghargai orang lain secara mendalam. Dari rasa cinta itu, timbul keinginan
untuk memperbaiki sikap, mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan mengurangi
kebiasaan buruk. Tentu, bukan sekadar untuk menyenangkan orang yang dicintai. Tapi
agar diri sendiri pantas, layak, dan mampu menjaga cinta yang dimilikinya. Cinta
sejati bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang proses untuk bertumbuh. Cinta
menjadi cermin yang membuat seseorang melihat kekurangan dirinya dan terdorong
untuk membenahinya.
Ketika cinta, jangan terasa biasa-biasa saja tanpa mau berbenah diri. Salam
literasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar