Saat momong cucu di libur lebaran, saya menyempatkan waktu membaca kisah
tentang Imam Bukhari, seorang pelopor pengumpul hadits shahih dalam satu kitab.
Selama 16 tahun, Imam Bukhari berhasil meramu sekitar 7.500 hadits shahih yang
dipilih dari sekitar 600.000 hadits yang dihafalnya. Kitab bertajuk “Shahih
Bukhari”, sebuah karya paling monumental.
Di balik kehebatannya sebagai ulama yang cerdas dan jujur serat senang
menghafal hadist Nabi, ternyata imam Bukhrai pernah difitnah sampai-sampai
dipenjara. Penguasa negeri dan para pendukungnya merekayasa fitnah atasnya, hingga
mengadili dan memenjarakan Imam Bukhari. Kenapa begitu? Karena Imam Bukhari
dianggap selalu menjadi penghalang penguasa. Akibat fitnah itulah, Imam Bukhari
dijatuhi hukuman mati oleh penguasa. Dipermalukan di depan khalayak.
Terus, gimana selanjutnya? Dikisahkan, pada malam hari sebelum eksekusi,
Imam Bukhari berdoa kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi. Sepenuh hati, ia
mengenang perjuangan para pahlawan perang Badar. Dalam kesyahduan doanya, sampai
akhirnya Imam Bukhari tertidur hingga bermimpi didatangi Nabi bersama 313
sahabat dengan menunggang kuda. Salah satu dari mereka berkata; Wahai
putraku Bukhari, kami akan membantu masalahmu. Jangankan seluruh syuhada Badar
yang kau lihat ini, satu orang saja diantara kami sudah bisa menghabisi
mereka"
Lalu, apa yang terjadi? Keesokan harinya, hakim yang memutuskan perkara
sang Imam Bukhari mati mendadak. Fitnah terhadap beliau pun terbongkar,
akhirnya Imam Bukhari dibebaskan dari penjara. Tidak cukup sampai di situ,
penguasa negeri Bukhara yang bernama Khalid As-Sadusi di akhir umurnya mati
dalam keadaan hina dan seluruh pendukungnya yang ikut membuat dan menyebarkan
fitnah itu dibalas satu demi satu oleh Allah di dunia. Sungguh luar biasa,
terbukti Allah pasti menolong orang baik dan membalas orang jahat ya kan?
Mungkin, apa yang terjadi pada Imam Bukhari pernah terjadi di masa kini.
Ada banyak cerita, orang yang tidak bersalah dibenci, dimusuhi bahkan difitnah.
Entah apa sebabnya, intinya banyak orang-orang di sekitar kita memiliki
karakter yang kesannya baik tapi nyatanya jahat walau hanya sebatas pikiran. Terlalu
gampang tidak suka kepada orang lain, apalagi pada musuhnya. Bahkan orang
banyak hari ini begitu toleran terhadap prasangka buruk dan pikiran kotor. Rasa
benci, iri, dan dendam yang merasuki pikirannya sendiri. Sebuah untold story,
kisah yang tidak terungkap di batin melebih dari apa yang tersajikan di wajah
dan fisiknya.
Pada untold story batiniah, selalu ada orang-orang yang tidak
selayaknya membenci namun memusuhi. Tidak pantas menuntut namun berharap lebih.
Tidak berbuat apa-apa namun kerjanya meremehkan orang lain. Tidak pernah membantu
tapi seolah-olah berkontribusi para orang lain. Orang-orang yang senang melihat
keberhasilan orang lain tapi bukan pada orang yang dianggap musuhnya. Sebuah untold
story yang makin nyata ada dan berulang hingga kini.
Kisah yang tidak terungkap dari Imam Bukhari, seorang ulama yang bernama
asli Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah al-Ju`fi
al-Bukhari memberi Pelajaran sederhana. Bahwa kalau ada seseorang yang dilanda
fitnah, kita jangan sampai sampai ikut-ikutan menyebarkannya. Bila ada aib
orang lain, jangan kita justru membiacarakannya. Bahkan kita dan siapapun,
sangat tidak pantas membenci dan iri hati pada orang lain atas sebab apapun.
Sesungguhnya, tidak ada yang membenci kecuali orang yang iri. Jadi rileks saja dan jangan pernah merasa
diri kecil di sisi orang lain kecuali di sisi Allah SWT. Dan yang penting, tidak
semua hal yang menjadi ketetapan Allah harus dimengerti asal-usulnya. Biarlah terjadi
bila sudah kehendak-Nya, karena itu pasti baik. Salam literasi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar