Kemarin sore (23/3/2025) relawan TBM Lentera Pustaka buka puasa bersama di suatu resto di Bogor. Tanpa dihadiri Pendiri TBM Lentera Pustaka, mereka bersuka cita “ngabubu-read” di tengah padatnya aktivitas taman bacaan dan melayani ratusan pengguna layanan TBM 6 hari dalam seminggu. Diiringi sinar senja yang memerah, mereka saling bercerita dan memadu canda tawa. Menikmati yang ada, mensyukuri yang bisa. Relawan TBM pun berhak bersuka-cita.
Jadi relawan taman bacaan memang tidak mudah. Selalu ada pasang
surutnya. Apalagi di zaman digital, katanya anak-anak lebih senang main gadget
daripada membaca buku. Tapi itu tidak terjadi di taman bacaan, masih ada
ratusan anak yang terbiasa membaca buku di taman bacaan. Dalam bimbingan dan
layanan relawan taman bacaan yang sukarela berkiprah demi tegaknya tradisi baca
dan budaya literasi di masyarakat.
Bisa jadi, relawan taman bacaan melemah saat berjuang menegakkan
kegemaran membaca. Tapi bila komitmen dan konsistensinya terjaga maka mereka
tetap ada untuk taman bacaan. Untuk selalu berbuat baik dan menebar manfaat
atas nama kemanusiaan, atas nama taman bacaan. Seperti pohon, mungkin tidak
diberi bunga yang indah. Tapi tetap tumbuh karena akar yang kuat tertancap di
bumi.
Relawan TBM, di mana pun. Bisa jadi kiprahnya tidak sama, namun harmoni
selalu dijaga. Saat berkiprah bisa tidak sama tapi tujuannya pasti sama. Bukan
berganti posisi namun saling melengkapi. Selalu merasa setara, tidak saling
injak atau saling tendang. Semua demi tegaknya tradisi baca, begitulah spirit
relawan taman bacaan
Hai relawan taman bacaan, teruslah berkiprah di TBM Lentera Pustaka.
Jaga semangat, teruslah belajar dan tetaplah melayani anak-anak yang membaca
dan seluruh pengguna layanan TBM. Karena apa yang kalian tanam, itulah yang
akan kalian tuai di hari esok. Salam literasi! #RelawanTBM #TBMLenteraPustaka
#TamanBacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar