Jumat, 28 Juli 2023

Pesan Pegiat Literasi, Jangan Menunggu Waktu untuk Berubah

Sebulan lalu seorang kawan bercerita. Katanya nanti, bila sudah cukup mapan secara ekonomi mau membuka taman bacaan. Tapi apa boleh buat, ternyata ajatl menjemputnya minggu lalu. Niatnya sudah baik hanya velum sempat terlaksana. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga husnul khotimah.

 

Tulisan ini bukan tentang kematian. Bukam pula tentang seseorang. Akan tetapi tentang pentingnya berubah menjadi lebih baik. Dan jangan pernah menunggu waktu untuk berubah. Tapi berubahlah sekarang selagi masih ada waktu. Keluarlah dari zona nyaman, untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mumpung masih ada waktu, eksekusi dan realisasikan segala niat baik yang dipunya. Untuk berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama.

 

Tentu, kita masih ingat tujuan manusia diciptakan. Tidak ada yang lain, selain untuk beribadah kepada Allah SWT. Manusia ada di bumi bukam untuk bermain medoa sosial, bukan pula untuk jadi sukses atau kaya. Apalagi ada di bumi hanya untuk membenci dan memusuhi orang lian, untuk apa? Allah SWT berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-dzariyat: 56)

 

Maka, jangan menunggu waktu untuk berubah. Justru berubah sekarang selagi masih ada waktu. Allah SWT tidak menciptakan kita dengan sia-sia, pasti ada perintah dan larangan yang menyertainya. Niatkan semuanya untuk kebaikan, lalu ikhtiar yang baik. Insya Allah, semuanya akan berubah dan berbuah.

 

Seperti saya, tidak ada yang menyuruh untuk membuka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Sepulang umroh di tajun 2017, tiba-tiba terbersit niat baik untuk membuat taman bacaan. Akibat banyaknya anak putus sekolah di daerah tersebut. Maka TBM saya dirikan agar bisa menekan angka putus sekolah sekaligus pernikahan dini. Alhamdulillah setelah 6 tahun berjalan, kini TBM Lentera Pustaka punya 15 taman bacaan selain taman bacaan. Ada bwrantas buta aksara, kelas prasekolah, koperasi simpan pinjam, yatim binaan, jompo binaan, anak difabel, motor baca keliling, dan lainnya. Tidak kurang 200 orang tercatat sebagai pengguna layanan TBM Lentera Pustaka setiap minggunya. Beroperasi 6 hari dalam seminggu dan didukung 5 wali baca serta 12 relawan. Alhamdulillah, berubah menjadi lebih baik.

 


Apakah kita mengira, apapun yang diperbuat tidak akan diminta pertanggungjawaban? Pasti diminta, untuk apa mulut kita, untuk apa tangan kita? Maka jangan menunggu waktu untuk berubah. Berubahlah mumpung masih ada waktu.

 

Masih belum mau berubah, kenapa? Masih punya keinginan yang belum tercapai atau karena khayalan yang berlebihan? Jangan mengejar dunia, tidak akan pernah ada habisnya. Tapi bersiaplah untuk “kembali”, bekal apa yang akan dibawa? Berubahlah menjadai lebih baik, tanpa peduli orang lain mau berlata apa. Karena tiap langkah kebaikan pasti untuk kamu, bukan untuk orang lain.

 

Berbuat baik itu berarti berubah. Menjadi lebih baik itu berarti sering berubah. Begitulah pesan literasi dari taman bacaan. Salam literasi #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar