Selasa, 13 Maret 2018

MITOS SUNGAI CIHERANG DI GN. SALAK; ANAK-ANAK DALAM CEKAMAN BACAAN

MITOS SUNGAI CIHERANG

Sungai Ciherang di Desa Sukaluyu menyimpan segudang mitos. Sungai yang berhulu di Gn. Salak Bogor ini, konon dulu, dijadikan tempat mandi para laskar yan menemani Prabu Siliwangi bertapa. Ada banyak mitos juga mistis di sini. Gn. Salak memang menyimpan sejuta misteri.

Misteri yang paling terkenal adalah kisah ngahyang atau moksanya Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran yang memutuskan untuk menghilang dari dunia nyata setelah terdesak pengaruh Islam pada masanya. Konon, di belantara Gn. Salak inilah beliau terkepung dan mengapung ke udara.

Kawasan mistis Gn. Salak menyimpan puluhan makam para raja kuno. Selain makam keramat, ada banyak petilasan suci, termasuk petilasan Prabu Siliwangi sendiri. Wajar, gak seorang pun boleh melewati kawasan tersebut. Apalagi dengan rasa angkuh dan sombong.

Di sini, cuaca sering berubah-ubah. Ketika matahari terik, tiba-tiba hujan lebat mendadak turun. Kabut pun bisa muncul tiba-tiba. Kondisi ini menjadi sebab bahaya bagi para pendaki Gn. Salak. Ini pula yang jadi alasan mengapa pesawat komersil jarang melintas di atas Gn. Salak? Semakin angker, karena Gn. Salak juga dikenal sebagai lokasi tempat pernikahan antara manusia dengan jin. Serem.

Mitos itu pula yang kini ingin diubah anak-anak TBM Lentera Pustaka. Sejak adanya TBM Lentera Pustaka, anak-anak di kampung ini sekarang rajin membaca di Sungai Ciherang. Membaca dan membaca, di mana saja dan kapan saja. Termasuk di Sungai Ciherang, anak-anak TBM Lentera Pustaka setiap hari Minggu ada di sini untuk "menghidupkan" tradisi baca dan budaya literasi.

Dalam alunan suara pohon bambu, dan gemericik air yang adem, suasana Sungai Ciherang makin membuat anak-anak bersemangat untuk membaca. Dulu, Sungai Ciherang penuh mitos. Tapi kini, Sungai Ciherang telah berubah menjadi "saran membaca di alam" bagi anak-anak TBM Lentera Pustaka.

Ke depan, Sungai Ciherang akan dijadikan kawasan Wisata Literasi Lentera Pustaka sebagai program pemberdayaan masyarakat. Agar anak-anak dan banyak orang bisa membaca di alam, di sungai yang indah plus punya spot-spot foto yang menakjubkan.

Untuk itu, TBM Lentera Pustaka mengundang dan mengajak donatur pribadi atau korporasi untuk membantu mewujudkan "Wisata Literasi Lentera Pustaka" sebagai alternatif wisata zaman now, berwisata sambil membaca dengan melakukan perjalanan di alam sambil membaca buku. Wisata Literasi model begini belum pernah ada di Indonesia. Tapi entah, berapa lama lagi TBM Lentera Pustaka dapat mewujudkannya .... Semoga saja ada donaturnya.

Di Sungai Ciherang, MEMBACA gak akan jadi MITOS tapi ETOS. Bersama TBM Lentera Pustaka, kita semua bisa terlibat mengubur mitos lama menjadi etos anak-anakk yang gemar membaca ...  Salam Literasi ....  #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

1 komentar: