Tampilkan postingan dengan label Ngabubu Read di Taman Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngabubu Read di Taman Bacaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2026

Ngabubu-Read di TBM: Pilihan Kecil di Ruang Sunyi

Selama bulan puasa, minimal seminggu 3 kali anak-anak pembaca aktif TBM Lentera Pustaka selalu tadarusan dan mengejar khataman Al Quran setiap Sabtu sore, sambil disediakan takjil. Tiap anak memegang Al Quran dan melanjutkan “jatah bacaannya”, ayat demi ayat dan uz demi juz. Hingga secara bersama-sama, pada akhirnya 30 juz dapat dikhatamkan oleh 30 kelompok anak pembaca aktif. Begitulah program “Ngabubu-Read Ramadhan Ceria” yang setiap tahun dijalankan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.

 

Khataman Al Quran di taman bacaan dan ngabubu-read dengan membaca buku di bulan puasa, bolehlah disebut dengan “pilihan kecil di ruang sunyi” yang menentukan kualitas hidup anak-anak di masa depan. Sebagai cerminan, hidup yang tidak lagi ditentukan oleh keputusan besar. Melainkan oleh pilihan kecil seperti membaca di taman bacaan yang diulang setiap hari. Dan sebagian besar pilihan membaca di taman bacaan dibuat tanpa perintah tapi berjalan secara alamiah. Atas kesadaran personal. Sebagai latihan karakter anak-anak untuk berani memilih yang benar ketika salah terasa lebih mudah. Di situlah arah hidup perlahan dibentuk, bukan oleh sorotan publik, tetapi oleh kesetiaan pada nilai di saat sunyi.

 


Terbukti di taman bacaan, konsistensi punya nilai lebih penting daripada citra moral. Banyak orang tampak bermoral di depan umum, tetapi longgar dalam praktik pribadi. Mereka fasih berbicara tentang nilai di ruang diskusi, tetapi lalai menerapkannya di praktik sehari-hari. Hingga lupa, karakter sejati tidak butuh panggung. Ia tidak sibuk terlihat benar, tetapi sibuk bertindak benar. Konsistensi antara apa yang diyakini dan apa yang dilakukan di ruang privat adalah ukuran moral yang sesungguhnya.

 

Karakter bukan topeng sosial, melainkan kebiasaan batin. Ia tidak dibangun dari apa yang kita tunjukkan kepada dunia, tetapi dari apa yang kita lakukan ketika dunia tidak melihat. Maka jika ingin hidup kokoh dan utuh, berhentilah bertanya bagaimana terlihat baik. Dan mulailah bertanya, apakah pilihan kita tetap benar saat tidak ada yang melihat? Di sanalah sejatinya karakter dibentuk, di jalan pengabdian di taman bacaan. Salam literasi!

 



Jumat, 08 April 2022

Ngabubu Read TBM Lentera Pustaka, Kokohkan Akhlak Anak di Bulan Puasa

Selain bulan suci, bulan puasa atau Ramadhan merupakan bulan yang ditungu-tunggu umat muslim di dunia. Karena di bulan suci ini, semua aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah. Puasa untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk lapar dan haus. Tadarusan, bersedekah, hingga zikir pun dilipatgandakan pahalanya. Maka, optimalkan aktivitas ibadah di bulan suci, bulan Ramadhan,

 

Ada banyak cara untuk optimalkan ibadah di bulan puasa. Salah satu yang khas adalah ngabuburit. Sebuah kegiatan menghabiskan waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Aktivitas menantikan azan maghrib.Tentu, ngabuburit harus diisi diisi dengan kegiatan yang positif dan baik. Sehingga ngabuburi jadi penyempurna ibadah puasa yang lebih berkualitas, seperti tadarus, pengajian, atau berzikir.


Agar bulan puasa lebih berfaedah dan meninggalkan bekas yang baik dalam pikiran dan tindakan sesudahnya, ada baiknya kegiatan ngabuburit dioptimalkan. Taman Bacaan Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor pun membagikan tips untuk optimalkan waktu ngabuburit saat menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan 4 aktivitas berikut:

1.      Tadarusan atu Khataman Al Quran. Agar bulan puasa bisa jadi momen untuk mendekatkan diri umat muslim kepada kitab sucinya. Selain menambah pahala, membaca Al Quran pun untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amalan baik. Sehingga rahmat Allah SWT selalu terlimpah setelah bulan puasa.

2.      Sedekah. Selain untuk berlimpah pahala, sedekah pun menjadi ajaran yang patut dibiasakan di bulan puasa karena untuk menggembirakan orang-orang lain yang berpuasa dan bisa meringankan beban atau kesedihan orang lain. Karena sedekah dapat meningkatkan hartanya di masa kehidupan, di samping meringankan kepedihan saat mautnya.

3.      Muhasabah diri. Untuk membuka hati dan menyadari segala dosa dan kesalahan yang diperbuat sebelumnya. Momen untuk introspeksi diri, berani mengoreksi segala sikap, perbuatan, kesalahan, dan kelemahan diri selama ini. Menyesal atas dosa untuk tidak mengulanginya. Karena penyesalan adalah taubat.

4.      Menambah Ilmu. Bulan puasa pun sangat baik dijadikan momen untuk menambah ilmu. Membaca buku, mengikuti kajian keagamaan atau tausiyah agama yang berdampak positif bagi pikiran, hati, dan perbuatan.

 

Atas spirit menambah faedah bulan puasa itulah, TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor menggelar program “Ngabubu-Read Ramadhan Ceria”, dengan melakukan aktivitas 1) tadarusan pada Rabu dan Jumat, 2) Khataman Al Quran setiap Sabtu, 3) Sedekah Takjilan 100 paket setiap Sabtu, dan 4) Tausiyah Literasi dan doa jelang buka puasa setiap Sabtu. Melalui “Ngabubu-Read” di bulan puasa ini, TBM Lentera Pustaka mengajarkan 120-an anak pembaca aktif untuk makin “mengokohkan akhlak dengan iman, menaklukkan dunia dengan Al Quran”.

 


Sejatinya, bulan puasa adalah momen penggemblengan lahir batin untuk menjadi manusia yang lebih baik sesudah sebulan penuh berpuasa. Apakah kita menjadi lebih baik dalam keimanan dan ketakwaan setelah puasa? Itulah faedah yang harus dicapai di bulan puasa.


Maka, jangan meninggalkan apa pun selain jejak. Jangan membunuh apa pun kecuali WAKTU. Untuk selalu berpikir dan bertindak yang baik, sekalipun di taman bacaan. Salam literasi. #NgabubuRead #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka