Minggu, 19 April 2026

Mikir tentang Pikiran Di Atas LRT

Minggu pagi ini, keluar rumah bareng istri pengen kulineran. Naik LRT sambil menikmati perjalanan. Saking enaknya nyandar, tahu-tahu terpikirkan satu hal. Berpikir tentang pikiran, kadang ada yang sempit ada yang luas. Kok bisa ya?

 

Orang yang sempit pikirannya, ternyata biasanya bukan karena “kurang pintar” tapi karena terlalu cepat merasa paling benar. Segala hal yang sampai ke telinga dan otkanya, buru-buru dimasukkan ke kotak. Pendapat orang buru-buru diredam dan dianggap salah. Terlalu cepat menilai, bahkan cepat melabeli salah. Setia phal yang tidak dipahamimnya pasti dianggap salah. Hal yang beda selalu dianggap aneh. Begitulah adanya.

 

Siapapun yang pikirannya sempit selalu tidaak nyaman pada hal-hal yang tidak bisa dia kontrol, termasuk perspektif orang lain. Akhirnya, sering defensif, reaktif, dan gampang tersinggung. Subjektivitasnya terlalu tinggi, akibat sempitnya pikiran.

 

Sementara orang yang luas pikirannya, bukan berarti selalu setuju. Tapi dia cukup tenang untuk mengerti dulu sebelum menilai. Dia tahu realitas hidup itu kompleks. Ada banyak sudut pandang terhadap satu hal. Paham betul, bahwa satu hal bisa punya banyak sisi. Bahwa kebenaran pun tidak selalu hitam-putih.

 


Saking luas pikirannya, saat berbeda pendapat. Dia bisa bilang, “gue tidak sepakat tapi gue paham kenapa elo mikir begitu.” Orang yang pikirannya luas tidak butuh jadi yang paling benar. Apalagi merasa paling tahu segalanya. Karena dia lebih tertarik untuk terus berkembang dan tetap tumbuh di jalurnya.

 

Kalau kita tarik ke energi personal. Pikiran yang sempit itu frekuensinya kaku. Selalu butuh kepastian, butuh kontrol sehingga sulit toleran terhadap pendapat atau hal baru. Sementara pikiran yang luas biasanya lebih fleksibel, lebih terbuka sehingga lebih mudah “nyambung” sama banyak kemungkinan. Selalu ada alternatif dalam berpikir.

 

Sempit atau luasnya pikiran bukan karena siapa yang lebih tinggi. Tapi soal siapa yang siap untuk terus bertumbuh. Apapun alasannya dan siapapun orangnya. Dan ternyata, menikmati hari Minggu sambil naik LRT nyaman dan bikin segar pikiran.

 

Jadi, kita pilih pikiran sempit atau luas nih?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar