Ini sebuah catatan reflektif
sih. Bahwa orang yang benar-benar fokus membangun hidupnya biasanya memiliki
prioritas yang jelas. Waktu, energi, dan pikirannya diarahkan untuk selalu
bertumbuh, baik dalam karier, keuangan, kesehatan, maupun kualitas diri. Karena
itu, ia tidak tertarik untuk mencampuri urusan orang lain secara berlebihan.
Bukan karena tidak peduli, tetapi karena ia sadar bahwa hidupnya sendiri sudah
cukup menuntut perhatian dan tanggung jawab. Bahkan popularitas pun tidak
dicari, rileks dan diam-diam saja.
Sebab kesibukan yang sehat
itu membuat seseorang lebih selektif dalam menggunakan energi. Ia tidak mudah
terpancing gosip, konflik, atau drama yang tidak memberi nilai tambah. Fokusnya
adalah bagaimana hari ini bisa lebih baik dari kemarin. Dalam proses itu, ia
belajar bahwa membandingkan diri atau menjatuhkan orang lain tidak akan
mempercepat kemajuannya, justru hanya membuang waktu.
Makanya, orang yang damai
dengan dirinya juga memiliki penerimaan yang kuat. Ia memahami kelebihan dan
kekurangannya tanpa perlu menutupi dengan cara merendahkan orang lain.
Kedamaian batin selalu membuatnya tidak merasa terancam oleh kesuksesan orang
lain. Sebaliknya, ia bisa melihat keberhasilan orang lain sebagai inspirasi,
bukan ancaman. Sementara banyak orang lebih suka membandingkan diri, bahkan
merendahkan orang lain. Lebih baik fokus pada diri sendiri. Lebih baik makan
sop sum-sum yang enak wkwkw…
Sebab, sikap menjatuhkan
orang lain seringkali lahir dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Ketika
seseorang merasa kurang, ia cenderung mencari pelampiasan dengan mengkritik
atau merendahkan orang lain agar terlihat lebih baik. Namun bagi orang yang sudah
berdamai dengan dirinya, kebutuhan semacam itu tidak ada. Ia tidak perlu
validasi dari menjatuhkan orang lain, karena ia sudah cukup kuat dengan nilai
dirinya sendiri.
Jadi, lebih baik fokus pada
diri sendiri. Bukan berarti egois, melainkan bentuk tanggung jawab. Agar
cenderung lebih tulus dalam membantu, karena bantuannya tidak disertai niat
tersembunyi untuk merasa lebih unggul. Ia berjalan di jalurnya sendiri, menghargai
perjalanan orang lain, dan menjaga hidupnya tetap sederhana, tenang, serta
bermakna
Ketahuilah, orang yang fokus
membangun hidupnya tidak punya waktu untuk mengurus hidup orang lain. Sebab
orang damai dengan dirinya tidak akan sibuk menjatuhkan orang lain. Makanya,
fokuslah agar kelar pada diri sendiri sehingga tidak sibuk mengurusi hidup
orang lain. Jadilah literat!
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar