Banyak orang mulai lupa. Salah satu hal paling berbahaya dalam hidup adalah “terlalu bergantung” pada bagaimana orang lain melihat kita. Merasa penting banget dapat validasi dari orang lain. Lupa, saat nilai diri kita terlalu ditentukan oleh respons orang lain. Maka di situ, hidup kita mudah sekali goyah. Begitulah manusia rapuh.
Manusia rapuh itu dipuji
sedikit langsung terbang. Diabaikan sedikit langsung hancur hancur. Tidak
dipilih, merasa disingkirkan. Tidak diperhatikan, malah meragukan diri sendiri.
Terlalu bergantung pada penilaian orang lain, rapuh.
Ketika seseorang terlalu
bergantung pada bagaimana orang lain melihat dirinya, di situlah titik yang membuat
identitas dan harga diri menjadi rapuh. Ketika penilaian orang lain dijadikan
tolok ukur utama, seseorang akan mudah berubah-ubah, menyesuaikan diri secara
berlebihan, bahkan kehilangan keaslian dirinya. Obsesinya, hanya mencari
validasi terus-menerus, takut tidak disukai, dan akhirnya mengambil keputusan
bukan berdasarkan nilai atau prinsip pribadi, melainkan demi memenuhi
ekspektasi orang lain. Kasihan ya …
Akibatnya, hidup jadi
melelahkan dan penuh tekanan. Karena standar yang diikuti bukan berasal dari
dalam diri sendiri. Siapapun, bisa merasa tidak pernah cukup, mudah kecewa, dan
rentan terhadap kritik atau penolakan. Sebaliknya, ketika kita mampu melepaskan
ketergantungan dari orang lain maka akan lebih bebas menjadi dirinya sendiri,
lebih tenang dalam menjalani hidup, dan lebih kuat dalam menghadapi penilaian
orang lain. Toh, kebahagiaan yang sejati justru datang dari penerimaan diri,
bukan dari pengakuan orang lain.
Manusia rapuh, masalahnya itu
bukan karena kita kurang berharga. Tapi karena kita terlalu lama belajar
melihat diri kita lewat “mata” orang lain. Jadi capek sendiri dan melelahkan.
Kita lupa, manusia itu berubah-ubah. Standar mereka pun berubah. Penilaian
mereka mudah berubah. Bahkan kedekatan mereka selalu berubah. Jadi, kalua kita terus
menggantungkan rasa cukup pada orang lain. Sudah pasti, kita akan hidup dalam
kelelahan yang tidak ada ujungnya.
Siapapun, semakin dewasa
harusnya makin sadar. Tidak semua orang harus mengerti nilai kita agar kita
tetap punya nilai. Maka, salah satu bentuk kebebasan paling tenang adalah ‘saat
kita tidak lagi sibuk mengejar pengakuan orang lain”. Karena kita sudah selesai
berdamai dengan diri kita sendiri. Salam literasi!

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar