Belakangan banyak orang keluh-kesah soal realitas hidup. Susah menerima dan tidak mau jujur pada dirinya sendiri. Bahwa dalam hidup, tidak ada satu orang pun yang baik-baik saja. Semua ada masalahnya sendiri. Tinggal bagaimana menyikapi realitas hidup. Bila mampu, ikhtiar untuk diselesaikan. Bila tidak mampu, di situlah pentinya sikap bijak dalam menyikapinya.
Ini bukan soal uang, bukan
soal pangkat apalagi jabatan. Tapi tentang literasi kehidupan. Cara untuk
menerima realitas hidup. Agar tetap waras, bukan malah terpuruk karena keadaan.
Setidaknya ada 12 (dua belas)
realitas hidup yang harus disikapi. Agar bisa tetap tumbuh dan ikhtiar yang
baik, apapun keadaannya. Sadarilah tiap realitas hidup yang mungkin terjadi dan
bisa dialami siapapun bahwa:
1. Orang tua kita tidak akan
selalu ada selamanya.
2. Orang yang kita cintai
akan menyakiti, entah disengaja atau tidak.
3. Teman bisa berubah jadi
orang asing lebih cepat dari yang kita kira.
4. Keluarga dan uang adalah
dua hal yang paling berpengaruh.
5. Hidup tidak akan menjadi
lebih mudah, justru kita yang harus menjadi lebih kuat.
6. Patah hati dan kegagalan selalu
ada dan jadi bagian dari kehidupan.
7. Tidak seorang pun peduli
pada alasan kita, mereka hanya ingin melihat hasilnya.
8. Kesuksesan seringkali
menuntut pengorbanan kenyamanan.
9. Tidak ada tempat seaman
dan senyaman rumah.
10. Kita tidak berhak
mendapatkan apa pun begitu saja, semuanya harus diperjuangkan.
11. Selalu ada orang yang
tidak senang pada kita, tidak mungkin semuanya senang.
12. Tidak ada satu orang pun
yang baik-baik saja, hanya soal cara menjalaninya yang beda.
Maka bersikaplah realistis
dalam hidup. Jangan hidup dalam angan dan mimpi. Hadapi apapun yang terjadi
dengan lapang hati, sabar, dan syukur. Sebab hidup di mana pun memang tidak selalu
mudah. Tapi selalu ada ruang untuk tumbuh, belajar, dan memperbaiki diri. Selalu
ada hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk membuat hidup menjadi lebih
bermakan. Salam literasi!
%20rev.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar