Seringkali kita mengira bahwa untuk meraih sesuatu yang tinggi, kita harus melompat lebih keras. Bergerak lebih cepat dan memaksa diri agar segera sampai. Sesuatu yang tinggi harus dkejar, diraih dengan segala cara. Akhirnya, kita sibuk mengejar banyak hal dengan tenaga sendiri. seolah keberhasilan hanya bisa diraih dengan dorongan ambisi dan usaha tanpa henti.
Lalu kita lupa, sesuatu yang tinggi tidak harus dicapai dengan melompat. Terkadang
cara mencapainya cukup dengan bersujud, sambil berbuat baik kepada sesama.
Ada saatnya hidup mengajarkan bahwa tidak semua yang tinggi dicapai dengan lompatan.
Ada saatnya pula, sesuatu yang spektakuler tidak selalu diraih dengan hentakan.
Bahkan ada sesuatu yang baik pun tidak harus teriak-teriak. Justru sebaliknya,
ada yang datang saat kita lebih banyak menunduk, merendah, lalu berserah.
Melompat adalah ikhtiar tubuh untuk menggapai ke atas. Tetapi bersujud adalah
ikhtiar jiwa untuk terhubung kepada Yang Maha Tinggi. Berbuat baik dan menebar
manfaat adalah ikhtiar kepada sesama landasannya hati. Dalam sujud, kita tidak
sedang menyerah kepada keadaan, melainkan sedang menyerahkan diri kepada Tuhan
yang paling tahu waktu terbaik, jalan terbaik, dan hasil terbaik.
Sungguh dari sujud, hati belajar tenang. Dari sujud, langkah yang lelah kembali
kuat. Dari sujud, harapan yang sempat redup kembali menyala. Sebab ada banyak
pintu yang tidak terbuka oleh kekuatan manusia, tapi selalu terbuka oleh doa
yang tulus dan hati yang percaya.
Jadi, bila hari ini Impian kita terasa tinggi, jangan hanya sibuk melompat.
Pastikan juga bersujud. Bisa jadi, yang akan meninggikan kita bukan kerasnya
usaha, melainkan dalamnya tunduk kita kepada-Nya. Hati-hati dengan hati, karena
hati adalah kunci. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar