Sekarang banyak orang berlomba mencari validasi orang lain.
Anaknya dapat paspor WNA saja sampai dipamerkan. Sebegitu pentingkah validasi
dari orang lain?
Mumpung lagi puasa, ada baiknya muhasabah diri. Introspeksi diri
bahwa validasi atau pengakuan orang lain sama sekali tidak ada maknanya. Lagi
pula, bila sudah dipuji atau di kasih jempol orang lain, kita mau apa?
Ketahuilah, orang berkualitas tidak sibuk mencari validasi karena
mereka memiliki kepercayaan diri yang kuat. Berani bersikap dan tidak perlu
membuktikan diri kepada orang lain. Orang berkualitas hanya fokus pada tujuan
dan nilai-nilai yang dipegang, bukan pada pendapat orang lain. Bahkan tidak mau
disibuki oleh urusan orang lain. Lebih fokus ke diri sendiri.
Jadi bila ada orang yang masih butuh validasi dari orang lain,
bolehlah dikategorikan bukan orang berkualitas. Sebab orang berkualitas
cenderung memiliki kesadaran diri yang tinggi, sehingga tidak perlu mencari
pengakuan dari luar untuk merasa baik tentang dirinya sendiri. Orang
berkualitas sudah tahu siapa dirinya dan apa yang ingin capai? Tetap fokus pada
tujuan dan tidak perlu membuang waktu untuk mencari validasi dari orang lain.
Lebih dari itu, orang berkualitas juga cenderung memiliki mental
yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain. Orang lain
boleh mengkritik atau berpendapat negatif tentang dirinya. Tapi dia tidak akan
terpengaruh, baik dari cara mengambil keputusan atau tindakannya.
Maka, jika kita ingin menjadi orang berkualitas, fokuslah pada
tujuan dan nilai-nilai kita. Dan jangan sibuk mencari validasi dari orang lain
karena tidak ada gunanya.
Gimana dengan Anda? Tapi lebih baik baca buku di TBM Lentera Pustaka

_cropped_processed_by_imagy.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar