Rabu, 15 April 2026

Survei Dana Pensiun Bukan Hanya Data tapi Membangun Sistem Perlindungan Hari Tua

Survei dana pensiun di kalangan pekerja biasa, generasi milenial, hingga Gen Z menjadi sangat penting karena mampu memberikan gambaran nyata tentang tingkat kesiapan finansial masyarakat menghadapi masa tua. Melalui survei, dapat diketahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap perencanaan keuangan, kebiasaan menabung, serta partisipasi dalam program pensiun seperti DPLK atau jaminan sosial. Melalui survei dana pensiun pada akhirnya dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan literasi keuangan dan realitas dana pensiun, terutama pada generasi muda yang cenderung fokus pada kebutuhan jangka pendek dan gaya hidup, sehingga sering menunda persiapan pensiun.

 

Beberapa contoh dan hasil survei dana pensiun telah dilakukan oleh Syarifudin Yunus, edukator dana pensiun, seperti di kalangan pekerja biasa, generasi milenial, dan Gen Z. Dalam survei bertajuk “Analisis Kesiapan Pensiun Pekerja Biasa di Jabodetabek dan Tantangan Industri Dana Pensiun di Indonesia” (Agustus 2025) disimpulkan 55% pekerja biasa di Jabodetabek tidak yakin bisa memenuhi biaya hidup di hari tua. Akan tetapi, 97% pekerja biasa mau menyisihkan gaji untuk masa pensiun akibat takut miskin di hari tua, bahkan 59% dari pekerja mampu menyisihkan iuran antara Rp. 100.000 s.d. Rp. 500.000 per bulan untuk dana pensiun. Tentang preferensi di hari tua, 18% pekerja mau menikmati masa pensiun, 47% pekerja ingin membuka usaha kecil-kecilan, dan 24% pekerja belum tahu akan seperti apa di masa pensiun. Sayangnya, survei ini menyatakan hanya 8% pekerja biasa di Jabodetabek yang punya dana pensiun. Karena itu, tantangan dana pensiun di Indonesia dihadapkan pada rendahnya kepesertaan, tingkat literasi dan kesadaran, kinerja investasi, akses digital, ketidakharmonisan sistem pensiun, dan risiko demografi dan longevity. Untuk itu, diperlukan edukasi yang masif, ketersediaan akses digital, dan kebijakan yang inklusif tentang dana pensiun di kalangan pekerja biasa. (Hasil survei secara lengkap dapat disimak pada: https://ejournal.arimbi.or.id/index.php/JIMaKeBiDi/article/view/776).

 


Bagaimana dana pensiun di kalangan generasi milenial? Survei membuktikan 61% generasi milenial tidak tahu DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Akibatnya, 86% generasi milenial yang bekerja saat ini belum memiliki program DPLK. Hanya 1 dari 10 generasi milenial yang sudah memiliki program DPLK sebagai perencanaan hari tua. Ditegaskan 78,5% generasi milenial mau membeli program DPLK secara individual, bukan diikutkan dari kantornya. Persepsi generasi milenial terhadap DPLK dipengaruhi oleh 1) ketidak-tahuan manfaat DPLK, 2) kurangnya edukasi DPLK, dan 3) tidak tersedianya akses membeli DPLK yang mudah. Survei bertajuk “Persepsi dan Kepemilikan Generasi Milenial terhadap Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk Kesejahteraan Hari Tua” (April 2025) dapat disimak pada: https://jurnal.aksaraglobal.co.id/index.php/jkpim/article/view/605.

 

Sementara itu, survei berjudul “Tingkat Kekhawatiran Gen Z atas Keuangan Pensiun Orang Tua dan Strategi Kebebasan Finansial” (Maret 2025) menyatakan 87% Gen Z khawatir banget akan kondisi ekonomi orang tuanya di masa pensiun, hanya 13% yang tidak khawatir. Karenya, 67% Gen Z tidak yakin orang tuanya bebas secara finansial di hari tua. Atas sebab itu, 53% Gen Zbila terpaksa menyatakan bersedia membantu ekonomi orang tua di masa pensiun dengan cara memberikan 10% dari gaji yang dimilikinya untuk orang tuanya di masa pensiun (Silakan disimak hasil survei pada: https://journal.areai.or.id/index.php/MENAWAN/article/view/1276).

 

Survei dana pensiun penting untuk meningkatkan kepesertaan dan perumbuhan aset kelolaan dana pensiun berbasis data. Sebagai dasar penting bagi pemerintah, lembaga dana pensiun seperti DPLK, dan perusahaan untuk merancang kebijakan serta program dana pensiun yang lebih tepat dan efektif sesuai kondisi yang ada. Dengan memahami perilaku dan kekhawatiran pekerja lintas generasi, strategi edukasi, pentingnya insentif, dan produk dana pensiun dapat disesuaikan agar lebih menarik dan relevan. Sebab survei dana pensiun bukan hanya alat pengumpulan data, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun sistem perlindungan hari tua yang lebih kuat, sehingga risiko beban ekonomi di masa pensiun baik bagi individu maupun keluarga dapat diminimalkan. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DanaPensiun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar