Selasa, 14 April 2026

Penelitian Dana Pensiun Masih Terbatas

Bisa jadi, penelitian tentang dana pensiun di Indonesia masih terbatas. Ada penelitian yang membahas kinerja dana pensiun, struktur program (wajib vs sukarela), tingkat kepesertaan, persepsi pekerja hingga analisis investasi dan portofolio. Namun, jika dibandingkan dengan topik lain seperti perbankan atau fintech, jumlah penelitian dana pensiun relatif lebih sedikit dan belum menjadi arus utama riset di Indonesia.

 

Padahal, penelitian tentang dana pensiun sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat di masa tua. Seiring meningkatnya usia harapan hidup, seseorang akan menjalani masa pensiun yang lebih panjang dibandingkan generasi sebelumnya. Tanpa perencanaan dan sistem dana pensiun yang baik, risiko penurunan kualitas hidup di hari tua akan semakin besar. Oleh karena itu, penelitian diperlukan untuk memahami bagaimana skema pensiun dapat menjamin keberlanjutan finansial individu setelah tidak lagi bekerja.

 

Di sisi lain, penelitian dana pensiun semsetinya dapat membantu mengidentifikasi perilaku dan tingkat kesadaran finansial masyarakat. Banyak individu, terutama usia produktif, masih menganggap pensiun sebagai sesuatu yang “masih lama” dan tidak mendesak. Melalui penelitian, dapat diketahui faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi atau minimnya iuran dalam program pensiun. Temuan ini penting sebagai dasar penyusunan strategi edukasi dan kebijakan agar masyarakat lebih siap menghadapi masa pensiun.

 

Salah satu peneliti dana pensiun yang ada seperti Syarifudin Yunus, seorang edukator dana pensiun dan dosen Universitas Indraprasta PGRI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPLK SAM yang belakangan aktif meneliti dana pensiun dan dipublikasikan di jurnal ilmiah. Beberapa penelitian dana pensiun sebagai “rekam jejak” dokumentatif antara lain:

1.        Faktor Penyebab Pekerja Tidak Paham Dana Pensiun, Pentingnya Edukasi dan Digitalisasi Industri Dana Pensiun di Indonesia. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi. Vol 2 No. 2, Feb 2025. https://manggalajournal.org/index.php/AKSIOMA/article/view/981/1239

2.        ANALISIS POTENSI PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN SECARA BERKALA PADA PESERTA DPLK BERDASARKANMETODE EX POST FACTO. Neraca, jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Vol. 3 No. 5, Maret 2025. https://jurnal.researchideas.org/index.php/neraca/article/view/770

3.        Tingkat Kekhawatiran Gen Z atas Keuangan Pensiun Orang Tua dan Strategi Kebebasan Finansial. Menawan: Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi. Vol. 3 No. 2, Maret 2025. https://journal.areai.or.id/index.php/MENAWAN/article/view/1276

4.        Persepsi Dan Kepemilikan Generasi Milenial Terhadap Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Untuk Kesejahteraan Hari Tua. Jkpim: Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen. Vol 3 No 2, April 2025. https://jurnal.aksaraglobal.co.id/index.php/jkpim/article/view/605

5.        Potret Kinerja Investasi 6 Tahun Terakhir (2019-2024) Pada DPLK dan Tantangannya. Moneter: Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol 3, No 2, April 2025. https://journal.areai.or.id/index.php/Moneter/article/view/1312

6.        Analisis Tingkat Penghasilan Pensiun (TPP) Pekerja dan Faktor yang Mempengaruhinya Serta Optimalisasi Peran Dana Pensiun Swasta di Indonesia. Lokawati: Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset. Vol. 3 No. 3, Mei 2025. https://journal.arimbi.or.id/index.php/Lokawati/article/view/1709

7.        Persepsi dan Preferensi Pekerja Biasa Terhadap Dana Pensiun Sebagai Perencanaan Hari Tua. Jupiman: Politeknik Pratama, jurnal publikasi ilmu manajemen. Vol. 4 No. 2, Juni 2025. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jupiman/article/view/5002,

8.        Tantangan Literasi dan Inklusi Dana Pensiunserta Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional dan Generasi Tua di Indonesia. Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 3 No. 3, Juni 2025. https://journal.arimbi.or.id/index.php/Maeswara/article/view/1782

9.        Analisis Kesiapan Pensiun Pekerja Biasa di Jabodetabek dan Tantangan Industri Dana Pensiun di Indonesia. JiMaKeBiDI: Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital. Vol 2, No 3, Agustus 2025. https://ejournal.arimbi.or.id/index.php/JIMaKeBiDi/article/view/776,

10.     Analisis Kepesertaan DPLK Secara Individu dan Karakteristiknya untuk Meningkatkan Penetrasi Dana Pensiun Pekerja Sektor Informal di Indonesia. JUPSIM Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis. Vol. 4, No. 3, Sept 2025. https://journalcenter.org/index.php/jupsim/article/view/5333

11.     Tingkat Gaya Hidup dan Potensi Kepesertaan Dana Pensiun pada Pekerja Muda di Jakarta. Menawan: Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi.Vol. 3, No. 5, September 2025. https://journal.areai.or.id/index.php/MENAWAN/article/view/1841

 


Selain itu, Syarifudin Yunus juga masih menggarap topik-topik penelitian dana pensiun lainnya,  yang akan dipublikasikan di tahun 2026 ini seperti: optimalisasi Layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) melalui Pengelolaan Manfaat Pensiun Berkala, Manfaat Lain, dan Iuran Sukarela, dan Determinasi Rendahnya Literasi Dana Pensiun pada Pekerja: Peran Edukasi dan Digitalisasi dalam Industri Dana Pensiun di Indonesia.

 

Sejatinya, penelitian dana pensiun berperan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan program oleh lembaga penyelenggara, termasuk yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Evaluasi terhadap kinerja investasi, efisiensi biaya, serta tata kelola dapat membantu memastikan bahwa dana yang dikelola aman, berkembang, dan mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat di masa depan. Tanpa penelitian yang berkelanjutan, potensi risiko seperti ketidakseimbangan dana atau kegagalan pembayaran bisa meningkat. Bahkan lebih dari itu, penelitian dana pensiun juga dapat memacu tingkat partisipasi pekerja dalam program pensiun, khususnya dana pensiun sukarela seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).

 

Hari ini dari 152 juta pekerja di Indonesia (60% di sektor informal dan 40% di sektor formal), hanya 5 juta pekerja yang memiliki dana pensiun sukarela. Tingkat penetrasi dana pensiun sukarela masih sangat rendah, Maka wajar, 1 dari 2 pensiunan di Indonesia mengandalkan tranferan dari anaknya setiap bulan untuk memenuhi biaya hidup (ADB, 2024). Bahkan 84% pensiunan sangat bergantung secara finansial dari anggota keluarga yang bekerja (BPS, 2024).

   

Karena itu, penelitian dana pensiun menjadi penting untuk mengembangkan dana pensiun di Indonesia berbasis data dan riset. Selain memiliki nilai strategis, penelitian dana pensiun juga dapat mendukung kebijakan publik terkait perencanaan hari tua. Dana pensiun merupakan salah satu sumber investasi jangka panjang yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan penelitian yang kuat, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat merancang regulasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. #YukSiapkanPensiun



Tidak ada komentar:

Posting Komentar