Saya punya teman, sudah 20 tahun lebih kerja di pom bensin alias bagian distribusi BBM. Dia kasih tahu satu hal di pom bensin yang 99% orang nggak tahu selama ini. Dan itu akhirnya, bisa mengubah cara kita melihat keluarga. Kok bisa?
Kata teman saya yang sudah
malang-melintang di pom bensin. Suatu hari, lagi ngopi sambil makan ketupat
padang bareng, dia bilang: "Elo tahu nggak, di pom bensin itu ada satu
aturann yang kalau dilanggar, satu pom bensin bisa meledak?"
Saya pun berpikir, “Apa ya?
Nggak boleh merokok ya?"
"Bukan. Itu mah semua
orang tahu." kata teman saya.
"Terus apa?", tanya
saya
"Yang nggak banyak orang
tahu adalah “urutan pengisian”. Jadi gini, tangki di bawah tanah pom bensin
diisi oleh truk tangki. Prosesnya namanya "pembongkaran." Dan ada
aturan: setelah truk tangki selesai mengisi tangki bawah tanah, harus ada “jeda
minimal 30 menit” sebelum pom bensin boleh melayani pelanggan lagi”.
Kenapa begitu? Karena proses
pengisian itu “mengaduk” endapan di dasar tangki. Air, kotoran, partikel karat,
semua teraduk dan tercampur ke dalam bensin.
Kalau elo isi bensin tepat setelah
truk tangki selesai bongkar, elo nggak isi bensin murni.
Elo isi bensin + air + kotoran. Dan itu bisa merusak mesin motor/mobil elo pelan-pelan
tanpa disadari. Makanya, kalau elo lihat ada truk tangki Pertamina lagi
nongkrong di pom bensin, mendingan cari pom bensin lain. Atau tunggu 30 menit,
begitu kata teman saya. Saya pun terdiam.
Terus teman saya nambah satu
kalimat yang bikin saya mikir sampai sekarang: "Tahu nggak kenapa gue
ceritain ini ke elo? Karena keluarga, juga kayak tangki bensin."
Saya malah bingung, tangki bensin
berhubungan sama keluarga, kok bisa?
"Ibaratnya, elo pulang
kerja. Capek. Kepala penuh masalah kantor. Emosi terpendam. Stres. Kelelahan. Semuanya teraduk jadi satu. Itu
sama saja, elo itu truk tangki yang baru selesai “bongkar”. Dan yang pertama elo
temui di rumah? Anak. Istri” katanya.
"Jadi, kalua langsung berinteraksi
tanpa jeda, apa yang elo 'tuangkan' ke keluarga bukan cinta. Tapi endapan kotor
di kantor elo”.
"Emosi negatif.
Kesabaran yang tipis. Nada bicara yang tinggi. Muka yang datar."
Saya sampai merinding dengarnya
waktu dia ngomong gitu. Semuanya karena endapan yang “kotor”, yang bikin emosi.
Ada buku judulnya "The
Seven Principles for Making Marriage Work" karya John Gottman. Di
buku itu, ternyata bilang 96% percakapan bisa diprediksi hasilnya “dari 3 menit
pertama”. Kalau 3 menit pertama kita pulang kerja itu penuh keluhan dan muka
masam, pasti seluruh sisa waktu yang ada jadi rusak.
Studi dari American
Psychological Association: orang yang nggak punya ritual transisi dari kerja ke
rumah berpotensi 2 sampai 3 kali lebih mungkin ribut sama pasangan di malam
hari. Kata teman saya lagi, "Makanya di Pertamina dan pom bensin, kasih
jeda 30 menit supaya endapan kotor itu mengendap dulu."
"Tapi di rumah, elo
hanya butuh 15 menit". Lima belas menit sebelum pulang ke rumah: nongkrong
dulu sama teman-teman sambil ngopi atau makan ketupat padang. Atau duduk dulu
di mobil atau di warung depan gang. Tarik napas sambil nyeruput secangkir kopi.
Matikan HP sebentar, biarkan endapan rusak itu turun. Baru pulang ke rumah.
Bukan malah dengan sisa
energi yang jelek langsung pulang ke rumah. Karena di situ, masih ada “kotoran”
sisa kantor yang masih mendendap. Jadi, banyakin ngopi sambil canda tawa dengan
teman di tempat ngopi. Hidup kita jadi tenang dan rileks. Gampang kan, mau coba
nggak? Mengelola emosi dengan secangkir kopi …
Dan saya pun mengajak
teman-teman alumni 18KS2 program doktor manajemen pendidikan pascasarjana Unpak
untuk ngopi dulu sambil makan ketupat padang, yummy ...
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar