Senin, 25 Oktober 2021

TBM Lentera Pustaka Bogor, Pentingkan Proses Daripada Hasil

Banyak orang buru-buru ingin punya hasil. Tapi mereka lupa, apapun ada prosesnya. Tidak akan ada hasil tanpa ada proses. Karena sejatinya, semua yang terjadi esok. Adalah hasil dari apa yang dikerjakan hari ini. Maka harusnya, “dilarang” memikirkan hasil. Tapi pikirkanlah proses, apa yang mau dilakukan hari ini untuk esok?

 

Kata pepatah “proses tidak akan pernah mengkhianati hasil”. Siapa pun yang saat ini sedang berproses untuk mencapai sesuatu. Maka suatu hari nanti, pasti akan mendapatkan hasilnya. Terlepas dari gagal ataupun sukses. Terlepas dari sedikit atau banak tantangan. Asal prosesnya dilakukan, maka hasilnya akan muncul. Karena itu sudah menjadi ketetapan Allah SWT.

 

Begitu pula yang terjadi di taman bacaan. Bila taman bacaan dikelola dengan proses yang baik dan benar. Maka insya Allah, pada akhirnya akan mencapai hasil yang optimal. Donasi buku-buku yang kian banyak. Anak-anak yang membaca terus berdatangan. Tamu-tamu berkunjung pun silih berganti. Aktivitas literasi-nya pun kian terprogram dan menyenangkan. Percayalah, taman bacaan yang melewati sebuah proses. Maka pasti, akan sampai di titik yang memuaskan siapa pun. Sebuat saja, taman bacaan from zero to hero.

 


Proses itulah yang dijalani TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Saat berdiri 4 tahun lalu, TBM Lentera Pustaka hanya punya 1 program yaitu taman bacaan dengan 14 anak pembaca. Tapi siapa sangka di tahun 2021 ini, TBM Lentera Pustaka memliki 11 program literasi yang luar biasa, yaitu:

1.   TABA (TAman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, tamansari, Sukajaya). Dengan waktu baca 3 kali seminggu, kini setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu.

2.   GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf dengan waktu belajar 2 kali seminggu dan kini terbebas dari belenggu buta aksara

3.   KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah atau PAUD dari keluarga yang tidak mampu dengan waktu belajar 2 kali seminggu

4.   YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni setipa bulan dan 4 diantaranya mendapat beasiswa belajar, dari siswa SD hingga perguruan tinggi.

5.   JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut yang tidak berpenghasilan dan mendapatkan santunan bulanan

6.   TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel sebagai sarana aktualisasi diri dan bermain di taman bacaan

7.   KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan menghndari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi

8.   DonBuk (Donasi Buku) untuk menerima dan menyalurkan buku-buku bacaan

9.   RABU (RAjin menaBUng) untuk mengajarkan pentingnya menabung dan hidup hemat kepada anak-anak

10. LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat dan teknologi informasi seminggu sekali ke setiap anak

11. LITFIN (LITerasi FINansial) sebagai sarana edukasi literasi keuangan akan pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

12. LIDAB (LIterasi ADAb) sebagai sarana mengajarkan adab ke anak-anak seperti memberi salam, mencium tangan, berkata-kata santun, dan budaya antre.

 

Bahkan tahun ini, melalui program “Kampung Literasi Sukaluyu” yang Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM, TBM Lentera Pustaka akan memperkuat perilaku gemar membaca dan budaya literasi masyarakat. Karena TBM Lentera Pustaka Bogor merupakan satu-satunya taman bacaan dari Bogor yang terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia yang menggelar Kampung Literasi tahun 2021. Sebuah capaian yang melengkapi prestasi "31 Wonderful People 2021" kategori Pegiat literasi dan pendiri taman bacaan yang diraih Pendiri TBM Lentera Pustaka dari Guardian Indonesia tahun 2021 ini.

 

TBM Lentera Pustaka pun terus berproses. Setelah memiliki fasilitas “kebun baca lentera”. Kini, TBM Lentera Pustaka telah menyiapkan 1) giant letter kampung literasi, 2) fasilitas surau lentera, dan 3) toilet. Semuanya dilakukan untuk menciptakan kenyamanan anak-anak pembaca aktif dan pengunjung taman bacaan. Di samping menegaskan, taman bacaan memang harus dikelola secara professional bukan asal-asalan. Sekalipun taman bacaan bersifat sosial, tetap harus dikelola dengan optimal, kreatif, dan menyenangkan.

 

Lagi-lagi, banyak orang sering fokus pada hasil. Tapi tidak peduli pada proses. Maka sebaiknya, perbaiki kembali orientasi dalam hidup. Jangan mengharapkan hasil yang optimal bila tidak didukung proses yang memadai. Termasuk di taman bacaan, proses jauh lebih penting daripada hasil. Di taman bacaan, melamun untuk kreativitas lebih menyenangkan daripada sibuk tanpa hasil apapun.

 

Karena sejatinya, mimpi siapa pun selalu mempunyai dua hasil akhir. Sebatas angan-angan melulu atau berubah menjadi kenyataan. Dan kata kuncinya adalah proses. Salam literasi #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka #KampungLiterasiSukaluyu

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar